PEMDA DIMINTA Mendagri Beri Efek Kejut, Agar Sisa Waktu Pelaksanaan PPKM Optimal

- Penulis

Senin, 1 Februari 2021 - 20:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Meski vaksin virus Covid-19 telah tersedia, namun penyebaran virus mematikan itu masih menghantui masyarakat Indonesia.

Makanya, upaya menekan angka penyebarannyapun terus dilakukan pemerintah.

Mulai dari gerakan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian berlanjut pada kegiatan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap I tanggal 11 Januari sampai 25 Januari 2021. Kemudian dilanjutkan tahap II dari tanggal 26 Januari sampai 8 Februari 2021.

Nah, agar pelaksanaan PPKM tahap kedua ini lebih maksimal, pemerintah ingin setiap daerah yang melaksanakan PPKM dapat menambahkan efek kejut.

“Hasil anev menyatakan kasus masih terus NAIK. Oleh karena itu atas saran dari bapak Presiden dan hasil rapat maka perlu ada langkah-langkah yang signifikan, yang bisa memberikan semacam efek kejut, DI sisa masa PPKM yang tahap kedua pada tanggal 8 Februari 2021. Jadi mulai malam ini perlu ada rapat di tingkat Forkopimda, sehingga ada kesempatan dari Pemerintah Daerah, didukung oleh TNI dan Polri, dan juga potensi-potensi masyarakat, agar PKKM tahap II, betul-betul memberikan efek yang positif, dalam arti positif rate bisa turun,” ujar Kemendagri Tito Karnavian, saat video conference yang dilaksanakan dalam rangka penenggakan displin protokol kesehatan dan penanganan Covid-19, Minggu (30/01/2021).

Mantan Kapori ini juga meminta seluruh KDH dan Kasatgas Covid-19 daerah dengan didukung Forkopimda juga dapat memetakan sebaran zona Covid-19 dengan memberikan warna merah, orange, kuning dan hijau secara detail sampai pada tingkat kelurahan atau desa.

Tak hanya itu, dalam kegiatan yang dipimpin Menteri Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan itu, Tito juga ingin setiap daerah bisa menemukan faktor penyebab atau kontributor utama naiknya atau positivity rate di wilayah masing-masing.

“Apakah karena faktor disiplin pemakaian masker yang masih kurang atau faktor kerumunan, seperti tempat wisata, mall, sarana transportasi, kegiatan agama, kegiatan pendidikan, seni, dan kegiatan olahraga,” ucapnya.

Apabila ditemukan penyebabnya, lanjut lulusan terbaik Akpol tahun 1987 ini, diharapkan penyebaran Virus Covid-19 dapat ditekan terutama di daerah daerah zona merah dan orange, sampai pada tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga :   POLRESTA BANJARMASIN Raih Predikat Pelayanan Publik Prima dari Kapolri

“Upaya untuk menekan kontributor utama yang menyebabkan covid-19 dapat dilakukan dengan dua cara, yakni Persuasif – kampanye 4 M, program bagi masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, agama, sosialisasi dan lain-lain,” katanya.

Selain cara persuasif ada juga cara lain yang dapat diterapkan, yakni cara koersif seperti dengan pembubaran, gerakan disiplin sampai dengan proses hukum yang tegas dengan melibatkan TNI, Polri dan Satpol-PP.

Imbauan lain yang diharapkan juga dapat dilaksanakan para kepala daerah dalam rangka menekan penyebaran virus tersebut adalah, dengan memberdayakan secara maksimal peran dari Satpol PP, Linmas, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Humas dan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta para relawan.

Masih menurut Tito, beberapa kegiatan tambahan dalam PPKM yang diharapkan dapat dilaksanakan para kepala daerah di Indonesia itu bertujuan, agar angka penyebaran virus Covid-19 dapat menurun. Dan untuk menghindari lonjakan pasien penderita Covid-19 yang mengakibatkan daya tampung rumah sakit melebihi kapasitas.

Untuk diketahui, pelaksanaan PPKM didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta turunannya yang merupakan bentuk pembinaan dan pengawasan Kemendagri terhadap Pemda melalui Inmendagri nomor 1 tahun 2021.

Daerah yang sudah mempunyai Perda atau perkada tentang protokol kesehatan bisa merevisi dan menambahkan bidang-bidang yang diatur dalam PPKM.

Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Pemko Banjarmasin di ruang Banjarmasin Command Center. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Sekda Kota Banjarmasin H Mukhyar yang diwakili Plt Kadiskomfotik Kota Banjarmasin, Yusna Irwan, Kadis Sosial Kota Banjarmasin Iwan Ristianto, Sekretaris Dinas Kesehatan Atmi, dan Plt BPBD Kota Banjarmasin.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KAPOLSEK Banjarmasin Utara Sambangi Warga Kurang Mampu
POLICE LINE Lokasi Dugaan Tambang Emas di Palau Aranio
SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:29

KAPOLSEK Banjarmasin Utara Sambangi Warga Kurang Mampu

Jumat, 11 September 2026 - 21:58

HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T

Jumat, 11 September 2026 - 17:36

SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Kamis, 10 September 2026 - 22:46

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:58

DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Ilustrasi. (si/ut/gemini.ai)

Kesehatan

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:29

Kebakaran yang melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2026).(Foto: HO-BPBD KOTIM)

Kalteng

HOTSPOT Kalteng Menggila Lagi!

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:34

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca