PELESTARIAN Pantun jadi Investasi Besar Bangsa

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalbar Ria Norsan menghadiri peringatan Hari Pantun Dunia (Harpandu) dan Hari Pantun Nasional (Hartunas) yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (16/12/2025). (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

Gubernur Kalbar Ria Norsan menghadiri peringatan Hari Pantun Dunia (Harpandu) dan Hari Pantun Nasional (Hartunas) yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (16/12/2025). (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa pelestarian pantun merupakan investasi besar dalam memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Pantun bukan sekadar rangkaian kata berima. Di dalamnya tersimpan kearifan, keluhuran budi, ketajaman nalar, serta keindahan bahasa yang telah hidup dan berkembang dalam masyarakat selama berabad-abad,” kata Ria Norsan saat menghadiri peringatan Hari Pantun Dunia (Harpandu) dan Hari Pantun Nasional (Hartunas) yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (16/12/2025).

Menurut dia, pantun berperan strategis dalam membentuk karakter bangsa karena mampu menanamkan nilai moral secara halus, menyampaikan kritik sosial dengan santun, serta mewariskan pesan-pesan kehidupan dari generasi ke generasi.

“Pantun menjadi bahasa adat yang bermartabat, bahasa pergaulan yang menyejukkan, sekaligus bahasa diplomasi budaya yang penuh hikmah,” tuturnya.

Ria Norsan menambahkan, keberagaman budaya di Kalimantan Barat yang dihuni masyarakat Melayu, Dayak, Tionghoa, Bugis, Madura, dan berbagai komunitas lainnya telah melahirkan tradisi lisan seperti pantun, syair, serta petatah-petitih yang memperkaya karakter masyarakat yang terbuka, sopan, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Ia menegaskan, visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan daerah yang adil, sejahtera, dan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari kekuatan budaya.

“Keadilan bertumpu pada karakter masyarakat yang memegang nilai-nilai luhur, kesejahteraan tumbuh dari identitas dan kebanggaan budaya, sementara keberlanjutan memerlukan ikatan sosial yang kuat, salah satunya dipupuk melalui tradisi lisan seperti pantun,” katanya.

Menyoroti pengakuan pantun sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO, Ria Norsan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aksi kolektif dalam pelestarian budaya. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menjaga harmoni sosial.

Baca Juga :   DUA Kontainer Rokok Ilegal Ditemukan!

“Pelestarian pantun adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan karakter bangsa,” tutur Ria dilansir dari AntaraNews.

Peringatan Harpandu dan Hartunas tahun ini mengusung tema “Pantun Brings Peace to the World” dan dihadiri Direktur Eksekutif Syariah dan Ekonomi BUMN Nasional Dr Rosi Widyawaty, Konsul Malaysia, perwakilan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pimpinan instansi vertikal, budayawan, serta akademisi.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Rosi Widyawaty menyampaikan paparan bertema “Pantun sebagai Media Komunikasi: Pendekatan Budaya dalam Mendukung Pencapaian Indonesia Emas 2045”. Ia menilai pantun memiliki modal sosial yang kuat dan berperan sebagai media komunikasi yang sarat nilai etika dan empati.

“Pantun mengajarkan cara berkomunikasi tanpa menyakiti, menyelaraskan perbedaan, dan menumbuhkan empati, sehingga relevan dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat Chairil Effendy menjelaskan bahwa peringatan Hari Pantun bermula dari kegiatan virtual selama 16 jam nonstop pada 17 Desember 2020 dan telah berlangsung secara berkelanjutan selama tiga tahun.

“Pantun kini menjadi milik dunia, tidak hanya milik rumpun Melayu, dan terus berkembang secara dinamis serta adaptif,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
WALHI KALIMANTAN: Ancaman Karhutla di Indonesia Masih Tinggi
KELANGKAAN Solar Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
SATGAS Perbatasan Gagalkan Penyelundupan 2.253 Butir Telur Penyu
KORBAN DEEPFAKE Vulgar Merasa Trauma dan Kehilangan Rasa Aman
KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar
BKSDA-YIARI Translokasikan Orang Utan

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca