PASANG LAUT di Pesisir Kaltim 2,8-3,1 Meter Berpotensi Rusak Tambak Ikan

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi salah satu tambak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. (Foto: Dok Antara)

Foto Ilustrasi salah satu tambak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. (Foto: Dok Antara)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan menyatakan pasang laut setinggi 2,8 – 3,1 meter di kawasan pesisir Provinsi Kalimantan Timur berpotensi merusak tambak, sehingga pengelola tambak diimbau waspada agar tidak merugi.

“Pasang laut bisa berdampak pada sejumlah hal, seperti menyebabkan terjadinya banjir rob, tambak terendam hingga rusak, dan sejumlah dampak lain ” ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida di Balikpapan, Kamis (1/1/2026).

Kawasan yang mengalami pasang laut tersebut antara lain di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara dengan pasang tertinggi 2,8 meter diperkirakan terjadi pada 4 – 5 Januari 2026 pukul 19.00 dan 20.00 Wita, sementara surut terendah 0,3 meter pada 5 Januari pukul 02.00 Wita.

Sedangkan kawasan Pulau Nubi dan sekitarnya, terutama di Muara Pantauan, banyak tambak udang dan kepiting milik warga yang aktif, sehingga dengan adanya peringatan dini BMKG ini diharapkan warga melakukan kesiapsiagaan agar petambak tidak merugi.

Kemudian di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 6 Januari dengan ketinggian 3,1 meter pukul 20.00 Wita, surut terendah 0,4 meter pada 7 Januari pukul 13.00 Wita.

Sementara di perairan Balikpapan setidaknya terdapat lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surut laut, yakni Samboja dan Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Pada empat kawasan pesisir ini masih banyak tambak aktif, sehingga ketika terjadi pasang laut dikhawatirkan budidaya warga, seperti udang, ikan, maupun kepiting bisa hilang terdampak arus laut.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

“Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk permukiman warga yang dekat pantai, termasuk membahayakan anak-anak yang bermain di pantai,” ujar Diyan,  Kamis (1/1/2026) melansir AntaraNews.

Peringatan dini juga disampaikan untuk warga di sejumlah kawasan pesisir lain, seperti di muara Sungai Berau dan sekitarnya, dengan potensi pasang tertinggi 2,8 meter pada 6 Januari 2026 pukul 22.00 Wita, surut terendah 0,3 meter pada 6 Januari pukul 16.00 Wita.

Di kawasan ini ada pelabuhan besar (Pelabuhan Tanjung Redeb), pelabuhan sungai yang terpengaruh langsung oleh pasang surut laut, kemudian sejumlah tambak aktif, dan kegiatan ekonomi lain di kawasan pesisir, sehingga semua pihak diimbau selalu waspada.

“Kawasan lainnya adalah di Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Prakiraan pasang tertinggi terjadi pada 4 Januari dengan ketinggian 3 meter pukul 19.00 Wita. Surut terendah 0,3 meter pada 7 Januari, pukul 14.00 Wita,” kata Diyan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
PENYEMPROTAN Eco-Enzyme Tekan Polusi Udara
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat
KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik
PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri
KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca