ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 22:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

SuarIndonesia — Sebanyak enam orang utan diselamatkan dari kawasan perkebunan warga di Kabupaten Kayong Utara akibat karhutla yang memutus akses satwa menuju habitatnya ke dalam hutan.

“Penyelamatan dilakukan Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada 4 dan 8 September 2026,” kata Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting melalui siaran rilisnya, Kamis (10/9/2026).

Keenam orang utan tersebut terdiri atas dua induk dan anak serta dua orangutan remaja, yakni Mama Nopi dan Nopi, Mama Noni dan anaknya, Noni, serta Naufal dan Nopan.

Dengan tambahan enam individu tersebut, jumlah orang utan yang diselamatkan BKSDA Kalbar bersama YIARI akibat ancaman karhutla dalam sebulan terakhir mencapai 15 individu.

Argitoe mengatakan kebakaran tidak hanya mengancam orang utan melalui api dan asap, tetapi juga memutus akses satwa menuju hutan yang masih tersisa.

“Yang kami khawatirkan bukan hanya ketika api mendekati orangutan, tetapi juga ketika kebakaran memutus akses mereka menuju hutan,” tutur Argitoe dilansir dari Antara.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat orang utan terjebak di lanskap perkebunan dan berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya untuk mencari makanan dan tempat berlindung, sekaligus meningkatkan potensi konflik dengan manusia.

Keenam orang utan ditemukan di perkebunan campuran milik warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara. Sekitar 200 meter dari lokasi penyelamatan terdapat kebakaran yang cukup besar sehingga jalur menuju blok hutan terputus.

Informasi keberadaan satwa diperoleh dari patroli dan pemantauan bersama BKSDA Kalbar dan YIARI yang dimulai pada 1 September 2026. Kegiatan tersebut juga melibatkan Yayasan Palung, LPHD Pemangkat, masyarakat, dan pemilik kebun.

Baca Juga :   BKSDA Kalbar Prioritaskan Perlindungan Orang Utan saat Karhutla

Dalam penanganan, tim medis menggunakan obat bius dengan dosis terukur untuk mencegah cedera. Naufal dan Mama Nopi terpantau dalam kondisi baik, sedangkan Nopan sempat mengalami suhu tubuh 40 derajat Celsius sebelum kembali normal setelah mendapat penanganan medis dan cairan infus.

Sementara itu, Mama Noni yang diperkirakan berusia 13–15 tahun ditemukan bersama anaknya yang diperkirakan baru berusia 1–2 bulan. Induk orang utan tersebut sempat mengalami peningkatan suhu tubuh dan pernapasan cepat sehingga mendapat infus, oksigen, serta kompres.

Kepala Balai KSDA Kalbar Murlan Dameria Pane mengatakan kebakaran mengganggu akses satwa terhadap sumber pakan dan ruang jelajah sehingga pencegahan karhutla menjadi langkah utama. Masyarakat diminta segera melaporkan satwa terdampak.

“Upaya penyelamatan satwa terdampak kebakaran hutan berpacu dengan waktu,” ujarnya.

Keenam orang utan kini menjalani pemantauan kesehatan di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI. Pelepasliaran akan dipertimbangkan setelah kondisi lingkungan aman dan tersedia habitat yang sesuai. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming
KARHUTLA Kalbar: Tiga Helikopter CH-47 Chinook Jepang Perkuat Pemadaman
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
WALHI Kalbar Desak Penindakan Perusahaan Sebabkan Karhutla
WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak
HOTSPOT NAIK, Kalteng dan Kalbar Prioritas Penanganan Karhutla
DIDUGA 12 Perusahaan di Kalimantan Jadi Penyebab Karhutla
BKSDA Kalbar Prioritaskan Perlindungan Orang Utan saat Karhutla

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca