HARGA BBM Subsidi tetap Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean warga yang ingin membeli Pertamax di SPBU Pertamina Banjrmasin. (Foto:  detikKalimantan)

Antrean warga yang ingin membeli Pertamax di SPBU Pertamina Banjrmasin. (Foto: detikKalimantan)

SuarIndonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah memutuskan tetap menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik sebagai langkah melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Keputusan tersebut diambil di tengah dinamika harga minyak dunia yang terus dipantau pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (11/9/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, mempertahankan harga BBM subsidi di tengah tingginya harga minyak bukan kebijakan yang ringan karena berpotensi menambah kebutuhan anggaran subsidi.

“Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah,” ujarnya.

Meski menghadapi konsekuensi fiskal tersebut, Bahlil mengatakan pemerintah menempatkan perlindungan daya beli masyarakat sebagai pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan harga energi.

“Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting,” ungkap dia.

Bahlil mengatakan penambahan anggaran subsidi menjadi salah satu opsi langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah untuk mempertahankan keterjangkauan harga energi bagi masyarakat.

“Menambah anggaran subsidi saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan,” tuturnya.

Ia menyebut harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada pada kisaran 106–108 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,87 juta–Rp1,9 juta per barel.

Sementara itu, menurut Bahlil, rata-rata ICP sejak Januari hingga September 2026 masih berada pada kisaran 85–90 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,50 juta–Rp1,58 juta per barel.

“Jadi masih, overall masih oke,” ucap Menteri ESDM.

Kebijakan tersebut melanjutkan keputusan pemerintah sebelumnya. Pada 4 Agustus 2026, Bahlil menyampaikan Presiden Prabowo memerintahkan agar harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan di tengah dinamika harga minyak mentah dunia.

Hingga awal September 2026, harga Pertalite sebagai BBM penugasan tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Kedua harga tersebut tidak berubah ketika sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penyesuaian pada awal September.

Baca Juga :   PROGRES RUU Ketenagakerjaan Masih "On Schedule"

Dari sisi fiskal, pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun dalam APBN 2026, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi Rp318,9 triliun. Jika digabungkan dengan kompensasi, alokasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp381,3 triliun.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi subsidi dan kompensasi hingga semester I 2026 mencapai Rp233 triliun atau 52,1 persen dari pagu APBN, terdiri atas subsidi Rp116 triliun dan kompensasi Rp116,9 triliun. Realisasi tersebut meningkat 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi subsidi dan kompensasi tersebut antara lain dipengaruhi fluktuasi ICP, nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.

Pada periode yang sama, volume penyaluran BBM tercatat meningkat 7,8 persen dibandingkan semester I 2025.

Selain mempertahankan harga, pemerintah juga tengah memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran BBM.

Bahlil sebelumnya menyatakan rencana pengendalian Pertalite bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih menunggu validitas data agar penerapannya tidak salah sasaran.

Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi ICP sebesar 70 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,23 juta per barel.

Angka tersebut berada di bawah rata-rata ICP Januari–September yang disampaikan Bahlil, yakni sekitar 85–90 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,50 juta–Rp1,58 juta per barel.

Dengan perkembangan tersebut, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan harga BBM bersubsidi sembari memantau dinamika harga minyak dunia dan kebutuhan anggaran untuk menjaga daya beli masyarakat. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026
KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus
KARHUTLA MELUAS, 2.458 Penerbangan Terdampak Asap
DUKUNG UMKM Lokal Lewat AKSEL Bank Kalsel, Beli Oleh-Oleh Amuntai Makin Praktis

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca