KARHUTLA Kalbar: Tiga Helikopter CH-47 Chinook Jepang Perkuat Pemadaman

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 22:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus kurniawan menyambut kedatangan kapal kenegaraan Jepang, JS Kunisaki, yang membawa personel dan peralatan pendukung dalam misi kemanusiaan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) untuk membantu penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat di Pelabuhan Internasional Kijing, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Prokopim Kalbar)

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus kurniawan menyambut kedatangan kapal kenegaraan Jepang, JS Kunisaki, yang membawa personel dan peralatan pendukung dalam misi kemanusiaan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) untuk membantu penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat di Pelabuhan Internasional Kijing, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Prokopim Kalbar)

SuarIndonesia — Tiga helikopter berat CH-47 Chinook dari Jepang memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang menghadapi tantangan lahan gambut dan keterbatasan sumber air.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan saat menyambut kedatangan kapal Jepang JS Kunisaki di Mempawah, Kamis (10/9/2026), menyampaikan terima kasih atas bantuan Pemerintah Jepang untuk penanganan karhutla.

“Yang pertama tentu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang yang sudah mengirimkan kapal, personel dan peralatan untuk membantu Indonesia, secara khusus Kalimantan Barat,” kata Krisantus.

Ia mengatakan tiga helikopter yang dibawa JS Kunisaki akan mendukung pemadaman dari udara dan pengangkutan logistik ke lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurut Krisantus, dukungan tersebut penting karena karakteristik lahan Kalimantan Barat, khususnya gambut, membuat pemadaman karhutla lebih sulit.

“Api tidak mudah padam karena banyak lahan gambut. Api bisa menjalar dari bawah dan sulit dipandang dengan mata,” tutur Krisantus dilansir dari Antara.

Kondisi tersebut membutuhkan personel dan peralatan yang memadai karena api dapat terus merambat di bawah permukaan meskipun kobaran di atas tanah telah dipadamkan.

Selain lahan gambut, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala dalam pemadaman karhutla di sejumlah wilayah.

Sejumlah sungai mengalami penyurutan sehingga air laut masuk ke aliran sungai dan menyebabkan air menjadi asin serta sulit digunakan untuk pemadaman.

“Air untuk memadamkan api juga kita kekurangan sehingga harus mengambil air dari tempat yang cukup jauh,” katanya.

Karena itu, keberadaan tiga CH-47 Chinook diharapkan memperkuat kemampuan pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani menggunakan armada darat.

Baca Juga :   ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Krisantus mengatakan lokasi operasi helikopter akan ditentukan melalui koordinasi TNI, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan titik api yang terdeteksi.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) Jepang-Indonesia.

JS Kunisaki membawa personel dan peralatan pendukung setelah menempuh perjalanan selama 11 hari menuju Kalimantan Barat.

Selain bantuan Jepang, Krisantus meminta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) ikut bertanggung jawab dalam pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah konsesinya.

“Kita mengharapkan para pelaku usaha, pemilik-pemilik HGU untuk ikut membantu. Jangan hanya menonton. Kita ingin semua ikut bergerak membantu pemerintah menangani Karhutla,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah pusat telah meminta enam gubernur di wilayah rawan karhutla, termasuk Kalimantan Barat, untuk memperkuat penanganan bersama dunia usaha.

Perusahaan yang tidak menjalankan tanggung jawab dalam menjaga wilayah konsesinya juga akan dievaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Krisantus menegaskan sinergi pemerintah, TNI-Polri, BNPB, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar titik api yang masih ada dapat segera dipadamkan dan tidak meluas. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming
ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
WALHI Kalbar Desak Penindakan Perusahaan Sebabkan Karhutla
WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak
HOTSPOT NAIK, Kalteng dan Kalbar Prioritas Penanganan Karhutla
DIDUGA 12 Perusahaan di Kalimantan Jadi Penyebab Karhutla
BKSDA Kalbar Prioritaskan Perlindungan Orang Utan saat Karhutla

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca