PADAT PENGUNJUNG Siring Jl RE Martadinat, Meski Sudah Berkali-kali Terapkan PPKM

- Penulis

Jumat, 7 Mei 2021 - 00:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jl RE Martadinat Kota banjarmasin

Jl RE Martadinat Kota banjarmasin

SuarIndonesia – Pengetatan dan disiplin protokol kesehatan (prokes) di pintu masuk kota yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam aplikasi PPKM berskala mikro, membuat kerumunan warga di salah satu titik keramaian tak tergubris.

Pasalnya, hanya selemparan batu atau jarak yang berdekatan dari Gedung Balai Kota, tepatnya di siring Jl. RE Martadinata, kerumunan warga nampak di setiap malamnya.

Kondisi tersebut seakan cocok dengan peribahasa “Semut di Seberang Lautan Terlihat, Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak”.

Padahal, di tengah penerapan PPKM Mikro yang berjilid-jilid dan klaim penerapannya yang selalu lebih bakal diperketat. Namun kenyataannya, Selama Ramadhan, kawasan Siring RE Martadinata justru dipadati warga setiap malamnya.

Seperti yang tampak pada Rabu (5/5/2021) malam kemarin. Kerumunan warga yang menikmati kawasan siring, bahkan kapal wisata yang biasa mangkal di kawasan siring Menara Pandang pun nampak di situ.

Alhasil, membludaknya warga pun sulit terbendung. Padahal, lokasinya hanya selemparan batu dari Balai Kota. Kondisi ini tentu menjadi perhatian sekaligus memprihatinkan.

Anggota Tim Pakar COVID-19 di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin menilai, saat ini penerapan PPKM Mikro di Kota Banjarmasin tidak berjalan efektif.

Hal ini membuat angka kasus terus mengalami lonjakan.

“Ketidakefektifan ini terutama disebabkan oleh PPKM Mikro hanya berjalan di atas kertas. Karena peraturan yang menyertainya, tidak diimplementasikan di lapangan,” ucapnya saat dihubungi awak media, Kamis (6/5/2021) siang.

Ia mengambil contoh, kebijakan soal bekerja dari rumah, pembatasan terhadap rumah makan atau restoran serta di fasilitas umum dan tempat ibadah yang tidak berjalan.

Ketidakefektifan terjadi, menurutnya karena ketidaktegasan pemko sendiri dalam menerapkan aturan-aturan. Sehingga di mata masyarakat PPKM Mikro menjadi tak ada.

Di sisi lain. Muttaqin juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut juga menyebabkan semakin rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap upaya pengendalian pandemi COVID-19 di Kota Banjarmasin.

Tak ayal, ketidakpercayaan ini juga mendorong perilaku masyarakat yang semakin abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Padahal kepercayaan masyarakat sangat penting agar strategi penanganan pandemi menjadi lebih efektif.

“Contohnya, itu tadi. Hampir tiap malam kawasan siring Jl RE Martadinata dipadati warga. Ini justru terjadi di hadapan kawasan perkantoran Pemko Banjarmasin,” ungkapnya heran.

Masalah lain juga terjadi. Muttaqin menyebut saat ini pemko tidak transparan soal data sebaran COVID-19 di Kota Banjarmasin. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mencari informasi terkait pandemi.

Baca Juga :   INDOMARET FUN RUN 2026 Hadir di Banjarmasin, Ajak Peserta Berlari Sambil Menikmati Ikon Kota

Padahal PPKM Mikro menuntut ketersediaan data hingga pada tingkat RT/RW sebagai bahan dasar untuk membuat kebijakan lockdown mikro. Jika ada kasus di unit wilayah terkecil tersebut.

“Sekarang, jangankan akses data sebaran kasus pada tingkat RT/RW, pada level kelurahan saja sudah ditutup informasinya oleh pemko sejak Februari lalu,” ucapnya.

“Belum termasuk laman yang dikelola pemko, corona.banjarmasinkota.go.id, yang sudah tidak pernah update lagi sejak 15 Desember 2020,” keluhnya.

Padahal informasi aktual sebaran kasus COVID-19 hingga level unit wilayah terkecil dan transparansi data sangat penting agar masyarakat sadar bahwa kita saat sedang menghadapi bahaya pandemi.

Jika data kasus hanya dalam bentuk gelondongan pada tingkat kota, maka warga tidak tahu di daerah mana yang sebaran kasusnya sedang tinggi.

“Ketidaktegasan dalam menegakkan aturan PPKM Mikro dan ketidaktransparanan data ini bisa mematikan ‘alarm kewaspadaan’ masyarakat di masa pandemi. sehingga mereka mengabaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait kondisi yang terjadi, khususnya di Siring Jl RE Martadinata, Pj Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen mengatakan, pihaknya bakal melakukan imbauan serta pembinaan kepada masyarakat.

“Patroli gabungan akan ada dan selalu bergerak. Bertepatan dengan Operasi Ketupat Intan,” ucapnya, kemarin (6/5/2021) siang di lobby gedung Balai Kota.

Fydayeen, menambahkan pihaknya akan terus menegakan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) dalam kegiatan PPKM Mikro.

Namun, saat ditanya apakah pihaknya bakal menerjunkan personel untuk menjaga kawasan tersebut, agar tidak ada kerumun yang terjadi, Fydayeen mengaku masih akan berkoordinasi dahulu ke instansi terkait akan hal itu.

“Nanti akan kami koordinasikan itu semua, supaya menghindari kerumunan di sana. Sesuai regulasi, kami akan terus menjalankan dan menegakkan disiplin prokes,” tandasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PETIR MENGGELEGAR Tanpa Adanya Hujan di Wilayah Banjarmasin
HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca
KAPOLDA KALSEL Kumpul Bersama Masyarakat di Kampung Nusantara
DIALOG DAERAH Pembahasan Ranperda Prioritas Tahun 2027
PERSONEL BERPRESTASI di Momen Hari Sumpah Pemuda ke-98 Diberi Kapolda Kalsel Penghargaan
DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:03

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56

RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14

DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terbaru

Petugas satgas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng beberapa waktu lalu. (Foto: HO-Antara)

Kalteng

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Okt 2026 - 22:25

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau penanganan karhutla di Simpang Kandan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (27/10/2026). (Foto: Dokpri)

Kalteng

PERSONEL BKO DIKERAHKAN Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 28 Okt 2026 - 21:57