OMICRON MASUK Banjarmasin, Tiga Kasus Akibat Transmisi Lokal

- Penulis

Selasa, 8 Februari 2022 - 23:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Setelah sebelumnya mengklaim bahwa belum adanya temuan kasus Covid-19 varian Omicron, kini Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin mengakui bahwa virus varian baru tersebut sudah dinyatakan masuk dan terjadi di Banjarmasin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, hal tersebut diketahui usai hasil uji sampel yang dikirim oleh Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Litbangkes, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

“Kita akui, varian Omicron sudah ada di Banjarmasin dan ini harus kita waspadai,” ucapnya saat ditemui awak media, Selasa (8/2/2022).

Mantan Wakil Direktur (Wadir) bidang Administrasi dan Keuangan, di RSJ Sambang Lihum Kalsel itu membeberkan, dari 17 sampel yang dikirim, ada 9 yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron.

Tiga di antara 9 sampel yang positif Omicron tersebut merupakan sampel yang diambil dari warga Banjarmasin.

“Dua dari tiga kasus Omicron ini sudah dirawat di rumah sakit sejak awal ia dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, sebelum tahu kalau itu varian Omicron. Tapi keduanya sekarang sudah dipulangkan,” ungkapnya.

Untuk satu kasusnya lagi, Machli menambahkan, bahwa diketahui saat si pasien memeriksakan kesehatan dirinya untuk melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Dan kini ketiganya sudah menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :

MENDADAK Sedikitnya 33 Staf dan Karyawan di DPRD Kalsel Dinyatakan Terpapar Covid-19

Ia menegaskan bahwa dari ketiga sampel yang dinyatakan terkonfirmasi Omicron tersebut bukan terjadi akibat perjalanan ke luar daerah atau pelaku perjalanan.

“Ini terjadi di wilayah Banjarmasin, karena setelah dilacak 14 hari ke belakang, mereka (yang terkonfirmasi Omicron) ini tidak ada melakukan perjalanan ke luar daerah,” jelas Machli.

Baca Juga :   RUMAH Pengedar Sabu Digerebek Polisi

“Kita simpulkan bahwa, ketiga orang yang terkonfirmasi Omicron itu adalah transmisi lokal,” tekannya.

Lantas, bagaimana dengan orang yang kontak erat dengan si pasien yang terdeteksi Omicron ini?

Terkait hal itu, Machli menuturkan bahwa seluruh kontak erat dari ketiga pasien Omicron ini semuanya sudah diperiksa menggunakan metode swab antigen.

“Dan hasilnya negatif semua,” imbuhnya.

Ia memperkirakan, bahwa penularan Covid-19 varian baru yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi dibanding varian Delta tersebut, kemungkinan terjadi akibat adanya kontak bersama orang yang baru datang dari wilayah yang sudah ada temuan kasus Omicron.

“Hal itu diperkuat lantaran dua di antara kasus Omicron ini adalah ibu rumah tangga yang tidak pernah pergi keluar kota,” ujarnya.

Karenanya Machli mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus varian baru tersebut. Salah satunya dengan melengkapi dosis vaksinasi.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, jika hanya satu kali vaksin belum cukup untuk membentuk antibodi untuk menangkal penularan virus.

“Antibodi itu baru terbentuk 28 hari setelah melakukan vaksin kedua. Kalau baru sekali vaksin belum terbentuk antibodi,” tuntasnya.

Selain melengkapi dosis vaksinasi, Machli kembali menekankan agar masyarakat tetap terus menjaga disiplin protokol kesehatan pada setiap aktivitas sehari-hari.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan
JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan
HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi
GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju
PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:12

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Rabu, 15 April 2026 - 21:42

BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji

Rabu, 15 April 2026 - 21:36

PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 23:51

PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton

Selasa, 14 April 2026 - 12:51

KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Senin, 13 April 2026 - 13:43

HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

Pekerja menyusun tabung gas LPG yang kosong untuk dimasukkan ke dalam kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (30/12/2025). (Dok Antara)

Bisnis

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:12

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca