NENEK JULAN Penjaga Tradisi Telinga Panjang, Lambang Keberanian dan Kecantikan

- Penulis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Nenek Julan, penjaga tradisi telinga panjang. Desa terpencil di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menyimpan harta budaya yang kian memudar di tengah gempuran modernisasi.

Adalah tradisi telinga panjang suku Dayak Kenyah yang kini masih bisa dijaga nenek Julan.

Tradisi yang dulu menjadi lambang keberanian, kecantikan, dan status sosial ini kini hanya dipegang oleh segelintir penjaga budaya.

Nenek Julan menjadi salah satu perempuan Dayak Umaq Baha yang menjadi saksi hidup warisan leluhur.

Tim detikKalimantan melakukan perjalanan menuju Desa Long Beliu, tempat tinggal Nenek Julan. Dari Kantor Camat Kelay, jarak desa tersebut adalah sekitar 6 kilometer dengan waktu tempuh 15-30 menit menggunakan sepeda motor.

Di pusat Desa Long Beliu, balai adat berupa rumah Lamin khas Dayak berdiri kokoh dengan keindahan arsitektur tradisionalnya.

Detail ukiran pada dinding dan tiang-tiangnya mencerminkan kekayaan budaya suku Dayak Kenyah.

Kebersihan balai adat ini terjaga dengan baik, menambah kesan istimewa bagi setiap pengunjung.

Para warga, termasuk ibu-ibu yang baru pulang dari ladang dengan topi khas Dayak, menyapa tim detikKalimantan dengan hangat.

“Kami senang ada yang datang untuk melihat budaya kami,” ujar salah satu warga sambil tersenyum.

Keramahan ini menjadi daya tarik tersendiri, membuat perjalanan terasa semakin bermakna.

Puncak perjalanan ini adalah pertemuan dengan Nenek Julan, salah satu dari sedikit warga Long Beliu yang masih mempertahankan tradisi telinga panjang.

Di teras rumahnya, Julan duduk santai bersama satu perempuan. Dengan ramah, mereka mengizinkan kami untuk berbincang dan mengabadikan momen bersama sang penjaga budaya.

Dengan suara lembut, Julan berbagi kisah masa lalunya, meski tidak semua kata yang diucapkannya jelas karena ia kurang fasih berbahasa Indonesia.

Anak Julan, Apuy turut membantu dalam berkomunikasi.

Menurut mereka, tradisi telinga panjang dimulai sejak usia dini, sekitar 5 tahun, ketika telinga dilubangi dan diberi pemberat dari logam hingga memanjang.

Baca Juga :   FESTIVAL KULINER 2025, OIKN Edukasi Masyarakat Kurangi Plastik

“Tato bergaris tiga di tubuh ibu saya adalah simbol keturunan bangsawan, atau Paren,” ungkap Apuy dengan nada penuh kebanggaan bercampur keprihatinan.

Julan juga mengisahkan pengalaman menyakitkan saat ditato.

“Kala itu, dukun adat menusuk kulit dengan jarum kayu sepanjang 30 cm sambil membacakan mantra agar tato tak membusuk,” kenangnya melalui cerita Apuy.

Proses yang memakan waktu dua hari penuh rasa sakit itu, menurut Julan, adalah harga untuk menjadi Paren, golongan bangsawan yang dihormati karena kekayaan, keberanian, atau keberhasilan ngayau (berburu kepala musuh).

Tato bergaris empat di pergelangan tangan dan kaki Julan menandakan statusnya sebagai bangsawan darah biru dalam suku Dayak Kenyah.

Tradisi telinga panjang dan tato khas Dayak Kenyah bukan sekadar perubahan fisik, melainkan simbol identitas dan sejarah yang mendalam.

Bagi wanita bangsawan seperti Julan, tato dan telinga panjang adalah tanda kehormatan yang wajib dimiliki.

Namun, arus modernisasi dan pengaruh agama telah membuat tradisi ini semakin ditinggalkan.

“Dulu, orang asing sering datang ke desa kami untuk melihat tradisi ini,” ujar Apuy dengan nada sedih.

Julan adalah salah satu generasi terakhir yang masih mempertahankan simbol budaya Dayak Kenyah di tengah tekanan sosial dan perubahan zaman.

Telinga panjang dan tato khasnya kini menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun asing yang ingin mengabadikan simbol budaya yang semakin langka.

Meski populasi suku Dayak Kenyah Lepo Sun semakin menipis tanpa alasan yang jelas, balai adat dan cerita-cerita leluhur tetap menjadi saksi bisu kejayaan budaya mereka. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
SEKOLAH TERINTEGRASI Presiden Prabowo Dibangun di Kabupaten Penajam
RIBUAN WARGA Membaur di Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur
DAFTAR Tarif Jalan Tol di Kalimantan, Cek Sebelum Mudik Lebaran
WASPADA! Kaltim-Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan Selama 11-16 Maret

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:00

AS Kaji Pengerahan 10.000 Tentara Darat Tambahan

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:46

PRESIDEN Maduro Ditahan di Sel Khusus Penjara AS

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:04

AKHIRI Perang, Pakistan jadi Perantara Komunikasi AS-Iran

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:58

1.900 Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:31

IAEA: AS dan Iran akan Berunding di Pakistan Akhir Pekan

Selasa, 24 Maret 2026 - 00:06

TERUS BOM IRAN Ini Ancaman Donald Trump jika Dialog Gagal, Singgung Perubahan Rezim

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:51

IRAN: 223 Perempuan dan 202 Anak-anak Tewas dalam Serangan AS-Israel

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:04

SANKSI Minyak Rusia Dicabut AS, Thailand Siap Negosiasi

Berita Terbaru

Headline

SEORANG WANITA Ingin Bunuh Terjun dari Jembatan

Sabtu, 28 Mar 2026 - 00:16

(thetimes.com)

Internasional

AS Kaji Pengerahan 10.000 Tentara Darat Tambahan

Jumat, 27 Mar 2026 - 20:00

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca