MENTERI ADAT KUTAI: Simbol Kesultanan Jangan Dibawa dalam Politik

- Penulis

Kamis, 7 September 2023 - 20:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENTERI Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Pangeran Hario Soeria Adi Kesoema di Balikpapan pada Minggu 3/9/2023. (ANTARA/HO-RKS)

MENTERI Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Pangeran Hario Soeria Adi Kesoema di Balikpapan pada Minggu 3/9/2023. (ANTARA/HO-RKS)

SuarIndonesia — Menteri Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Pangeran Hario Soeria Adi Kesoema meminta agar tidak membawa Kepatihan Adat berikut simbol-simbol Kesultanan dalam berpolitik.

“Mengingat tidak lama lagi kita akan memasuki tahun politik dan tahun pemilu, saya menyampaikan pesan Sultan, bahwa Kesultanan Kutai Kartanegara tidak berpolitik praktis,” kata Menteri Hario dalam keterangan yang diterima di Balikpapan, Kamis (7/9/2023).

Oleh karena itu, simbol-simbol Kesultanan dilarang dibawa ke ranah politik seperti diikutkan kampanye atau dipasang di baliho calon tertentu, apalagi mendaku/klaim dirinya atau partainya didukung oleh Kesultanan.

“Diri sendiri boleh turun berpolitik, tapi jangan bawa Kepatihan, karena sekali lagi, kami dari Kesultanan bersifat netral,” tegas Adji Pangeran Hario saat deklarasi dan melantik Ketua Umum Remaong Kepatihan Selatan (RKS) Muhammad Culang. RKS adalah lembaga adat kepanjangan Kesultanan untuk wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

Menanggapi p​​​esan Menteri Adat itu, Ketua Umum RKS Muhammad Culang memastikan RKS juga netral. “Bila ada teman-teman di RKS turut berpolitik, maka tidak membawa lambang-lambang Kesultanan atau mengklaim dukungan,” tegasnya, sebagaimana dikutip AntaraNews, Kamis (7/9/2023).

Baca Juga :   OIKN LATIH WARGA Lokal untuk Pengamanan di Kota Nusantara

Netralitas Kesultanan didasari bahwa Kesultanan adalah milik semua golongan masyarakat di Kalimantan Timur, yang seluruh wilayahnya dulu sebelum ada Republik Indonesia, adalah daulat Kesultanan. Di dalam wilayah Kutai, dari batas dengan Kerajaan Sambaliung di utara hingga Kesultanan Paser di selatan dan Kesultanan Banjar di sebelah barat dan barat daya, tinggal bermacam etnis, baik orang asli tempatan maupun para pendatang dari berbagai penjuru dunia.

“Semoga dengan demikian kita bisa turut menjaga kondusivitas dan pemilunya sendiri berjalan lancar,” demikian Menteri Adat Adji Pangeran Hario Soeria Adi Kesoema.

Remaong Kepatihan Selatan sendiri berkhidmat pada pengembalian adat dan budaya Kutai agar kembali dikenal dan dipraktikkan di masyarakat.

“Kami akan gelar pesta adat Erau, mendorong seni budaya Kutai seperti tari-tarian ditampilkan di acara-acara resmi pemerintahan, hingga memperjuangkan hal-hal tentang Kutai seperti bahasa, adat dan istiadat, menjadi pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah di Balikpapan,” kata Culang. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKP DEKY Diperiksa dan Resmi Dipecat! Diduga Jadi Beking-Terima Dana dari Jaringan Narkoba
AKP BONAR Terancam Dipecat! Terlibat Jaringan Peredaran Narkotika
OIKN Berikan Payung Hukum Masyarakat Adat Jaga Kearifan Lokal IKN
OIKN Ambil Langkah Tegas Penegakan Hukum Pengrusakan Hutan
PEGUNUNGAN Liangpran, Satu Puncak Tertinggi di Kalimantan
SANGKULIRANG-MANGKALIHAT Dipersiapkan jadi Geopark Dunia
SKK MIGAS Temukan 13 Sumur dengan Cadangan Minyak 1 Juta Barel
OIKN Lakukan Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah IKN

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:28

BANJIR Rendam Ribuan Rumah Warga di HST

Senin, 18 Mei 2026 - 22:17

KELANGKAAN Solar Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar

Senin, 18 Mei 2026 - 22:09

FBIM 2026: Dongkrak Ekonomi Palangka Raya

Senin, 18 Mei 2026 - 21:42

MBAH KASRUN, Jemaah Calon Haji Tertua Kalsel

Senin, 18 Mei 2026 - 21:27

POLISI Amankan Pria Diduga Pelaku Pungli, Ternyata ODGJ

Senin, 18 Mei 2026 - 15:06

MEMBENTUK Mental Baja Ratusan Pasukan Elite Sat Brimob, Begini Penekanan Kapolda Kalsel

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:58

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Ribuan Liter Biosolar Subsidi di Sungai Barito

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:18

REFLEKSI HISTORIS ke-77 Proklamasi Pemerintah Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan

Berita Terbaru

Petugas BPBD dan Damkar HST saat melakukan pemantauan debit air di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Senin (18/5/2026). (Foto: BPBD dan Damkar HST)

HST

BANJIR Rendam Ribuan Rumah Warga di HST

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:28

Peserta berdiri di atas mobil hias saat karnaval Festival Budaya Isen Mulang di Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (17/5/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Bisnis

FBIM 2026: Dongkrak Ekonomi Palangka Raya

Senin, 18 Mei 2026 - 22:09

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca