AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi massa di depan Gedung DPRD Kalsel, Selasa (12/5/2026) (SuarIndonesia/Ist)

Aksi massa di depan Gedung DPRD Kalsel, Selasa (12/5/2026) (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Aksi massa di depan Gedung DPRD Kalsel, Selasa (12/5/2026), soroti program Makan Bergizi Gratis (MBG)  dan nasib guru honorer.

Massa dari Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan dengan membawa sejumlah tuntutan krusial terkait carut-marut sektor pendidikan dan transparansi program MBG.

​Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pemerintah untuk lebih terbuka mengenai mekanisme distribusi dan rincian anggaran program MBG hingga ke tingkat sekolah.

Selain itu, mereka juga menyoroti percepatan pengangkatan guru honorer menjadi ASN atau PPPK guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik.

Sementara itu, ​Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, saat menemui massa menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap menjaga mandatory spending sektor pendidikan sebesar 20 persen.

​”Peningkatan honor guru juga sudah dipenuhi sesuai standar UMP,” ujar Gusti Iskandar.

Dirinya menambahkan bahwa pelayanan pendidikan untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB di bawah wewenang provinsi terus berjalan secara bertahap.

​Di sisi lain, Plh Sekretaris Dinas Pendidikan Kalsel, Masrani, mengungkapkan fakta mengenai angka anak tidak sekolah (ATS) di Kalsel yang mencapai 60 hingga 70 ribu orang.

Baca Juga :   KUCURKAN BATUAN 6,5 Miliar Bantu Anak tidak Sekolah, Data di Kalsel Capai Puluhan Ribu

Angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jenjang pendidikan.​”Kami sedang fokus melakukan verifikasi dan mengembalikan anak ke sekolah melalui program pembelajaran jarak jauh.

Terkait guru honorer, Pak Kadis sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena adanya aturan UU ASN yang melarang pengangkatan tenaga non-ASN,” jelas Masrani.

​Saat ini, gaji guru di Kalsel dilaporkan telah mencapai Rp 3,4 juta.  Pemerintah Provinsi menyatakan akan terus melakukan pemetaan terhadap guru yang pensiun dan berupaya memperbaiki fasilitas pendidikan guna memenuhi tuntutan massa aksi. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OMBUDSMAN Kalsel Panggil Lima Manajemen PLN
RAMPUNG Lintasan Atletik Stadion 17 Mei, PUPR Kalsel Serahkan ke Dispora
BELASAN KLUB Berlaga di Turnamen Gubernur Cup Road to Pangdam Cup XXII/TB
PROGRAM Tukar Sampah jadi Sembako, Ini Diminta Berkelanjutan
DIRESMIKAN, Rimba Mart Jual Produk Hasil Hutan
DIULTIMATUM ! Gubernur Muhidin Pemegang Izin Pengelolaan Karbon
BERAWAL CANDAAN Berujung Pembunuhan, Ini Ungkapan Pelaku saat Rekaulang
“KANTOR PLN DISEGEL”, Peternak Tebarkan Ribuan Bangkai Ayam

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:48

BERAWAL CANDAAN Berujung Pembunuhan, Ini Ungkapan Pelaku saat Rekaulang

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:14

BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:06

CEGAH Karhutla dan Kekeringan OMC Diintensifkan

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:45

PEMBUNUHAN dI Kelayan B, Tersangka Hapis Peragakan Adegan

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:25

POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi kelangkaan BBM. (Foto: SI/UT/@Gemini.Ai)

Kalteng

WARGA KOBAR Keluhkan Sulitnya dapat BBM

Jumat, 31 Jul 2026 - 22:24

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca