SuarIndonesia – Ratusan sopir truk dengan armada beraksi dengan demo di depan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (13/5/2026).
Semua akibat Kedatangan kelangkaan BBM solar bersubsidi, yang diduga dilarikan oleh mafia pengumpul-penimbun memnatu perusahaan -perusahaan tambang.
Babeh Aldo sebagai orator aksi sebut, kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Dexlite sejak 4 Mei 2026 di Kalsel mencapai Rp 27.150 memicu kelangkaan Biosolar yang harga tetap Rp 6.800 di SPBU.
“Tapi kuat dugaan disinyalir Biosolar dilarikan ke tambang oleh oknum-oknum penyuplai.“Kami menduga kuat hilangnya Biosolar ini adalah untuk penggunaan tambang,” ucapnya.
Kelangkaan Biosolar disebabkan ada oknum-oknum penimbun BBM yang membantu perusahaan-perusahaan tambang.
Sebab itu, pihaknya menuntut ketegasan Kapolda Kalsel untuk segera membongkar kejahatan mafia BBM.
Pihaknya meyakini kuota Biosolar itu mencukupi untuk sopir-sopir di Kalsel, tetapi kuota yang harusnya menjadi hak mereka direbut oleh oknum penimbun.
“Kami minta harga tetap Rp6.800, jangan ada pungli (pungutan liar), dan bongkar kelakuan oknum-oknum penimbun solar,” ujarnya lagi.
Sementara Polda Kalsel membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penebalan Pengamanan untuk mencegah praktik pelansiran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Satgas Penebalan ini berjaga di SPBU memastikan keamanan dan kelancaran antrian kendaraan sekaligus menindak praktik pelansiran,” kata Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Eko Irianto saat menghadapi aksi para sopir truk.
Ia menegaskan yang langsung turun ke lapangan memimpin Satgas bersama unsur pemerintah daerah termasuk TNI.
Ia meminta masyarakat khususnya para sopir untuk menunjukkan praktik premanisme di SPBU agar ditindak tegas.
Begitu juga dugaan gudang-gudang penimbunan BBM bersubsidi untuk diinformasikan agar ditindak secepatnya.
“Saya perintahkan para Kapolres untuk memastikan di wilayahnya tidak ada permainan di SPBU, jika ada oknum aparat terlibat maka Propam nanti yang turun,” tegasnya.
Eko mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan yang sedang dinas di Jakarta untuk menemui massa pendemo dari para sopir angkutan truk yang memprotes sulitnya mendapatkan solar bersubsidi di SPBU.
Massa mendesak Gubernur dan Kapolda turun tangan memastikan ketersediaan solar bagi para sopir truk dengan memberantas praktik penyelewengan BBM bersubsidi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin yang turut menjumpai massa menyampaikan jika pihaknya segera berkoordinasi kepada semua unsur terkait membereskan masalah di SPBU.
“Tentu kita semua tidak ingin ada penyelewengan BBM bersubsidi karena ini hak rakyat mendapatkannya,” ucapnya. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















