MENCUAT Beberapa Kasus COVID-19 di Balai Kota Banjarmasin, Pegawai Was-was

MENCUAT Beberapa Kasus COVID-19 di Balai Kota Banjarmasin, Pegawai Was-was

SuarIndonesia – Informasi terkait kasus CoVID-19 yang terjadi di Balai Kota Banjarmasin sangat minim. Bahkan, informasi ini terkesan ditutup rapat oleh pejabat yang berwenang.

Pemko Banjarmasin harusnya bisa memberikan contoh yang baik dalam keterbukaan informasi. Jangan sampai malah membuat para pegawai di balai kota menjadi was-was, bingung, bahkan takut.

Tak usah jauh-jauh. Ambil contoh di Pemko Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Data pejabat yang terpapar CoVID-19 dibuka selebar-lebarnya, dari nama hingga jabatannya diinformasikan.

Tujuannya tentu baik, agar pegawai di sana bisa mawas diri, lebih hati-hati, dan bisa menghindari potensi-potensi tak diinginkan.

Salah seorang ASN Pemko Banjarmasin yang enggan namanya disebutkan memberikan tanggapan terkait minimnya informasi tersebut.

Menurutnya, selama ini dia diedukasi untuk tak menjadikan kasus positif sebagai stigma. Malah sebaliknya orangĀ  yang terpapar harus diberi dukungan untuk membantu kesembuhannya.

“Membuka, bukan berarti menghinakan diri. Atau mencaci mereka yang terpapar. Tapi, memberikan dukungan. Kalau datanya ditutup-tutupi, justru malah menimbulkan ketakutan,” bebernya, Senin (03/08/2020).

Ditutupnya informasi di balai kota malah membuatnya was-was. Menambah beban pikiran karena harus bersikap waspada dan hati-hati tanpa tahu di mana itu harus dilakukan. Sederhananya dia harus menebak-nebak.

“Kalau ditutupi kasihan yang lain. Jadi was-was. Nebak-nabak malah jadi beban pikiran juga. Bukan kah meningkatkan imun itu dengan tidak terlalu banyak berpikiran negatif,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui bahwa ada beberapa orang pegawai hingga pejabat di balai kota yang terpapar CoVID-19.

Namun, sekali lagi datanya tak dibuka secara rinci. Machli hanya mengatakan, tak sampai 10 orang yang terpapar. Dari staf hingga pejabat tinggi sekelas kepala bidang (Kabid).

“Kurang dari sepuluh orang. Tidak banyak,” ungkap Machli singkat, tanpa merincikan siapa saja mereka.

Selain itu, Machli yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVID-19 Banjarmasin mengungkapkan sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan rapid test di Pemko.

Dari hasil tersebut ditemukan sedikitnya 200 pegawai dinyatakan reaktif. Dan hampir seperempatnya dinyatakan positif CoVID-19 setelah menjalani swab. Namun sayang, lagi-lagi informasi ini baru saja dibeberkan.

“Dahulu ketika kita melakukan rapid test, ada sekitar 200 yang reaktif. Dan seperempatnya terkonfirmasi positif. Sebagian sudah selesai masa karantina,” bebernya.

Lebih jauh, beredar kabar bahwa Walikota Banjarmasin Ibnu Sina juga sudah menjalani swab. Pasalnya, Ibnu sempat berdekatan dengan Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani yang dinyatakan terkonfirmasi positif.(SU)

 190 total views,  2 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: