Membangun Kembali Situs Bersejarah

- Penulis

Senin, 26 November 2018 - 00:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah daerah yang pernah disinggahi kompeni Belanda. Berdasarkan catatan sejarah, penjajah dari Belanda cukup lama berada di Banua.

Namun sayang, bukti fisik penjajahan Belanda di Kalsel sangat minim.

Salah satu bukti fisik penjajahan Belanda di Kalsel adalah kolam pemandian dan reruntuhan bangunan gaya tempo dulu di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan.

Situs bersejarah berupa bangunan itu tinggal menyisakan pondasi karena runtuh akibat kebakaran beberapa tahun silam.

Benteng Belanda, demikian masyarakat menyebutnya. Pihak Dinas Kehutanan Kalsel selaku pengelola Tahura merencanakan merekonstruksi situs bersejarah tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, untuk merekontruksi bangunan tersebut pihaknya melibatkan ahli sejarah. Begitupu dengan Balai Arkeologi turut disertakan dalam penyusunan bentuk bangunan.

“Kami coba menggali informasi sebanyak-banyak. Saya sudah arahkan staf untuk mengejar informasi sampai dapat,’’ ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, bangunan yang tersisa di bukit tersebut adalah Sanatorium.

Yakni sebagai tempat penyembuhan berbagai macam penyakit masyarakat Belanda dulu. Selain itu juga, di sana ada beberapa asrama.

Baca Juga :   DIVISITASI Kemendagri Rencana Kenaikan Grade Museum Lambung Mangkurat

“Bangunan ini meskipun sisa pondasi tapi masih kokoh. Contoh tempat air di bawah lantai sampai sekarang tidak bocor,’’ ujarnya.

Untuk sementara agar tidak semakin rusak, pengelola Tahura membloking kawasan benteng tersebut.

Sebab menurut Hanif dikhawatirkan batu-batuan tersisa hilang.

Sejatinya di Tahura tidak hanya benteng peninggalan Belanda.

Namun ada juga situs sejarah lainnya, yaitu kolam pemandian yang airnya langsung dari sumber di dalam tanah.

Provinsi Kalsel sedang fokus mengembangkan dan meningkatkan kepariwisataan.

Salah satu penarik wisatawan luar adalah situs-situs bersejarah. Karena itu, bangunan di Tahura ini perlu dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LEBIH DARI 40 Karya Muslim Anang Abdullah di Taman Budaya Kalsel
DISIAPKAN LPDP Rp6 Triliun Dana Abadi Kebudayaan
DIINTENSIFKAN Disdikbud Kalsel Rencana Kenaikan Tipoligi Museum Lambung Mangkurat
MASUK ERA BARU Strategi Kebudayaan Kalsel jadi Inklusif
DIVISITASI Kemendagri Rencana Kenaikan Grade Museum Lambung Mangkurat
PELESTARIAN Naskah Kuno Warisan Budaya Banua
MESIWAH PARE GUMBOH sebagai Warisan Budaya Dayak Deah
Museum Lambung Mangkurat Tutup Setiap Senin Mulai 20 Juli 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:32

799.440 Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Senin, 14 September 2026 - 21:12

API Karhutla Diburu Pakai X-Fire

Senin, 14 September 2026 - 21:04

TRAGEDI Kapal Virgo Transport 8: 2 Warga Asal Sampit Masih Hilang

Senin, 14 September 2026 - 20:56

KARHUTLA Kobar: Ada Satu Tersangka dan 8 Diperiksa

Minggu, 13 September 2026 - 21:46

ASAP Karhutla Selubungi Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama

Jumat, 11 September 2026 - 22:34

HOTSPOT Kalteng Menggila Lagi!

Jumat, 11 September 2026 - 22:26

KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas

Jumat, 11 September 2026 - 21:48

PENANGANAN Karhutla Gunakan Berbagai Metode

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca