DISIAPKAN LPDP Rp6 Triliun Dana Abadi Kebudayaan

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Edy Suwarto. Foto : istimewa

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Edy Suwarto. Foto : istimewa

Suarindonesia –  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyiapkan dana cukup besar. Nilainya mencapai Rp6 triliun. Untuk membangun ekosistem kebudayaan dan ekonomini kreatif.

Oleh karenanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel mendorong ekosistem di daerah memanfaatkan dana abadi tersebut. “Dana abadi kebudayaan capai Rp6 triliun. Dana abadi ini tetap. Tetapi hasil pengelolaannya yang kemudian untuk masyarakat masyarakat,” jelas Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalsel, Manggar Sari Ayuarti. Saat Sinkronisasi Program Diplomasi Promosi Budaya dan Pariwisata Kalimantan Selatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.

Akses pendanaan tersebut bisa melalui mekanisme dan persyaratan yang ada. Termasuk pengajuan proposal. Pendanaan untuk berbagai kegiatan yang memberikan dampak terhadap pemajuan kebudayaan.

“Tentu saja dengan pengajuan proposal, ada syarat-syarat juga. Memang ini untuk pemajuan kebudayaan agar ekosistem budaya di masyarakat bisa terjaga,” ujarnya yang turut diamini Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Edy Suwarto.

Selain menjaga keberlangsungan ekosistem, pendanaan diharapkan membuat aktivitas serta ekspresi budaya tetap hidup di tengah masyarakat.

Manggar menekankan, keberhasilan program kebudayaan tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya pertunjukan atau kegiatan yang diselenggarakan.

Dampak setelah kegiatan justru perlu menjadi ukuran. Pertunjukan budaya, misalnya, untuk menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan pelaku usaha dan komunitas di sekitarnya.

“Jadi tidak hanya asal pentas di sana, asal pentas di sana. Tapi dampak dari pentas itu apa? Bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan adanya pentas itu,” katanya.

Efek tersebut dapat menyentuh berbagai sektor. Mulai dari pembuat kostum, sanggar seni hingga pelaku usaha makanan tradisional.

“Bagaimana pembuat kostum bisa berproduksi, anak-anak sanggar bisa beraktivitas, kemudian industri makanan, terutama gastronomi tradisional, bisa hidup. Inilah sebenarnya yang kita inginkan ke masa yang akan datang,” jelasnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIMENANGKAN Wakil HSU dan Banjarmasin Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
BERTRANSFORMASI Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026
DIIKUTI Taman Budaya Kalsel Kegiatan Tingkar Regional Kalimantan di Kota Samarinda
KEMERIAHAN DAN MEMBANGGAKAN Lomba FTBI di SDN 1 Sungai Besar Kota Banjarbaru
TERCATAT Kekayaan Intelektual Komunal Empat Ekspresi Budaya Tradisional Kalsel
LEBIH DARI 40 Karya Muslim Anang Abdullah di Taman Budaya Kalsel
BEGINI Makna dari Festival Antasan Banjar 2026 “Re-connecting”

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca