HOTSPOT Kalteng Menggila Lagi!

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 22:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran yang melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2026).(Foto: HO-BPBD KOTIM)

Kebakaran yang melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2026).(Foto: HO-BPBD KOTIM)

SuarIndonesia — Karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menunjukkan tanda mengkhawatirkan. Setelah sempat turun hingga 950 titik, jumlah hotspot melonjak lagi dalam sehari.

“Berdasarkan data Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan periode 2-10 September 2026, tercatat 2.340 hotspot di Kalteng pada 10 September. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya mencatat 950 titik,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining, Jumat (11/9/2026).

Lonjakan hotspot menjadi perhatian karena terjadi saat Kalteng masih berada dalam status tanggap darurat karhutla. Pemerintah daerah bersama tim penanganan di lapangan masih melakukan berbagai upaya untuk mencegah meluasnya kebakaran.

“Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng mencatat hingga kini telah terjadi 2.819 kejadian karhutla. Luas lahan yang terbakar mencapai 9.228,04 hektare,” kata Agustan.

Sejumlah daerah tercatat menjadi penyumbang hotspot cukup tinggi pada 9 September. Pulang Pisau berada di posisi teratas dengan 560 titik, disusul Palangka Raya sebanyak 398 titik dan Kotawaringin Timur mencapai 281 titik.

“Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Kapuas sebanyak 247 titik, Seruyan 228 titik dan Katingan 218 titik. Barito Selatan tercatat 36 titik, sedangkan Gunung Mas sebanyak 34 titik,” tutur Agustan dilansir dari detikKalimantan.

Ia mengatakan perkembangan hotspot terus menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan karhutla. “Berdasarkan data tersebut, sejumlah daerah tercatat menyumbang hotspot cukup tinggi pada 10 September,” katanya.

Jika melihat pergerakannya, hotspot di Kalteng memang masih sangat fluktuatif. Pada 2 September tercatat 4.861 titik, kemudian turun menjadi 3.552 titik pada 3 September.

Jumlah tersebut kembali naik menjadi 4.436 titik pada 4 September dan mencapai 5.357 titik pada 5 September. Sehari berikutnya menjadi angka tertinggi dalam periode tersebut dengan 5.746 hotspot.

Baca Juga :   DALANG Karhutla Kotim Dikejar, 69 Saksi Diperiksa

Setelah itu, hotspot turun tajam menjadi 1.824 titik pada 7 September dan kembali anjlok menjadi 950 titik pada 8 September. Namun, tren penurunan tersebut kembali berbalik dengan lonjakan menjadi 2.340 titik pada 9-10 September.

Di tengah kondisi tersebut, penguatan pemadaman dan pencegahan karhutla dinilai masih menjadi pekerjaan utama. Peningkatan hotspot dikhawatirkan memicu munculnya titik api baru, terutama jika terjadi di wilayah yang berdekatan dengan permukiman.

Sementara itu, beberapa daerah tercatat relatif minim hotspot. Barito Timur hanya mencatat satu titik, Barito Utara dua titik, sedangkan Murung Raya tidak mencatat hotspot pada 9 September.

“Status tanggap darurat karhutla Kalteng masih berlangsung hingga 29 September 2026. Status tersebut telah diberlakukan sejak 31 Agustus 2026,” katanya.

Agustan menambahkan data hotspot yang menjadi bahan pemantauan tersebut memiliki tingkat kepercayaan medium-high. Data itu digunakan sebagai salah satu dasar bagi pemerintah dan petugas untuk menentukan langkah penanganan karhutla di lapangan.

“Status tanggap darurat karhutla Kalteng berlangsung pada 31 Agustus hingga 29 September 2026. Tingkat kepercayaan data hotspot dalam materi berada pada kategori medium-high,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa
TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan
WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla
MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan
VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas
PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027
PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla
TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca