SuarIndonesia — Dua warga asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Helianto (55) dan Novika Liana (43), menjadi penumpang di Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. Hingga Senin (14/9/2026) siang, belum diketahui keberadaan keduanya.
Keluarga kini masih menunggu kepastian dari tim pencarian dan evakuasi mengenai nasib Helianto dan Novika. Anak korban, Rico, mengatakan kedua orang tuanya memang berasal dari Sampit. Namun, saat ini Helianto dan Novika tinggal di Surabaya karena pekerjaan, sementara sejumlah urusan pekerjaan mereka masih berada di Sampit.
“Memang ibu sama ayah aslinya dari Kotim, Sampit. Sekarang tinggal di Surabaya, tetapi untuk pekerjaan masih semuanya di Sampit,” kata Rico, Senin (14/9/2026).
Menurut Rico, kedua orang tuanya dalam perjalanan menuju Banjarmasin karena hendak menghadiri acara pernikahan keluarga di Sampit. Rute perjalanan tersebut juga bukan kali pertama mereka tempuh.
Keluarga sempat mendapatkan kabar dari Helianto sebelum komunikasi terputus. Saat itu, sang ayah menelepon dan menyampaikan kondisi kapal yang sedang dalam keadaan miring.
“Sekitar jam 01.00 WIB atau jam 2 Wita, ayah sempat menelepon dan memberi tahu kalau posisi kapal sedang miring. Setelah itu sudah hilang kontak,” ujarnya.
Rico mengatakan kapal saat itu diketahui miring ke sisi kanan. Setelah percakapan tersebut, tidak ada lagi komunikasi dari kedua orang tuanya hingga kini.
“Itu komunikasi terakhir dengan orang tua. Sampai sekarang belum ada komunikasi lagi,” tutur Rico dilansir dari detikKalimantan.
Untuk memastikan kondisi orang tuanya, Rico kemudian mendatangi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan berkoordinasi dengan Basarnas. Namun, keluarga masih diminta menunggu informasi resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan pencarian dan evakuasi.
Rico menyebut informasi sementara yang diterimanya menyatakan sebanyak 125 orang telah dievakuasi dari KM Virgo Transport 8. Enam orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Meski demikian, nama Helianto dan Novika belum tercantum dalam informasi korban yang diterima keluarga. Hingga saat ini, keduanya masih dinyatakan belum diketahui keberadaannya.
“Untuk orang tua belum ada sama sekali nama maupun kabar, baik dari Basarnas maupun tim yang sedang melakukan evakuasi,” katanya.
Keluarga pun berharap pencarian terhadap Helianto dan Novika terus dilakukan hingga keduanya ditemukan. Rico berharap kedua orang tuanya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Harapannya sebagai anak, ibu sama ayah bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kalau memang tidak, kami berharap jasadnya bisa ditemukan,” pungkasnya.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa 243 orang dan sebelumnya menghadapi kondisi cuaca buruk di perairan Laut Jawa.
Kapal dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 Wita. Posisi terakhir kapal berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Operasi pencarian dan evakuasi hingga kini masih berlangsung. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















