ASAP Karhutla Selubungi Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 21:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama diselubungi asap pekat. (Foto: HO-BPBD Kobar)

Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama diselubungi asap pekat. (Foto: HO-BPBD Kobar)

SuarIndonesia — Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berbahaya untuk dilintasi. Kondisi terparah terjadi di sepanjang KM 15 hingga KM 22 karena jarak pandang pengguna jalan menurun drastis.

Posko Induk Karhutla Kobar pun meminta masyarakat untuk sementara menghindari jalur tersebut. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diminta menunda perjalanan hingga kondisi di lokasi kembali memungkinkan.

Asap yang menyelimuti ruas jalan tersebut tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara bisa kesulitan melihat badan jalan maupun kendaraan lain akibat jarak pandang yang terbatas.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel membenarkan adanya imbauan tersebut. Dia meminta masyarakat tidak memaksakan diri melewati kawasan yang saat ini masih dalam penanganan petugas.

“Benar, kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari atau menunda perjalanan di jalur KM 15 sampai KM 22 karena kondisi asap,” ujar Samuel dikutip detikKalimantan, Minggu (13/9/2026).

Menurut Samuel, masyarakat yang sudah berada di kawasan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengendara juga diminta tidak mengambil risiko apabila kondisi asap semakin tebal dan jarak pandang memburuk.

Danton TRC BPBD Kobar Sayed Abdul Badawi menggambarkan kondisi asap di lokasi cukup ekstrem. Bahkan, petugas yang sedang melakukan penanganan karhutla harus berhadapan dengan kepulan asap yang terus mengepung kawasan.

“Asap dari KM 15 sampai KM 22 sangat pekat, full asap. Kami petugas belum menyerah dan berusaha semampu mungkin,” kata Sayed.

Tebalnya asap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas yang berjibaku memadamkan api. Selain menghambat jarak pandang, kondisi tersebut juga dapat mengganggu pergerakan personel saat melakukan penanganan di titik kebakaran.

Sayed mengatakan petugas tetap berupaya melakukan pemadaman selama kondisi di lapangan memungkinkan. Namun, keselamatan personel menjadi pertimbangan utama jika asap semakin pekat dan mengepung lokasi.

Baca Juga :   3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

“Kami sementara masih bisa dilawan, tapi kalau asap pekat yang terus mengepung kami, lebih baik kami mundur sesaat. Bukan menyerah, ini demi menjaga keseimbangan tubuh agar kami tidak tepar,” tegasnya.

Posko Induk Karhutla Kobar mengingatkan masyarakat, terutama lansia, anak-anak, ibu hamil serta warga dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan, untuk menjauhi kawasan yang diselimuti asap pekat.

Hingga Minggu (13/9/2026), petugas masih melakukan penanganan karhutla di kawasan KM 15 hingga KM 22. Di tengah kondisi “full asap”, masyarakat diminta mengutamakan keselamatan dengan tidak melintas sementara di jalur tersebut.

Karhutla Kobar Hampir 450 Hektare

Sementara itu, Karhutla Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terus meluas. Berdasarkan rekapitulasi penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, total luasan lahan terbakar mencapai 449,68 hektare.

Dari luasan tersebut, tim gabungan Satgas Karhutla tercatat telah melakukan pemadaman pada area seluas 64,7 hektare. Penanganan dilakukan di sejumlah titik yang tersebar di wilayah Kobar.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Andhan Santana mengatakan, kejadian karhutla dalam rekap tersebut didominasi kawasan sepanjang Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.

“Data yang kami rekap menunjukkan luas lahan terbakar mencapai 449,68 hektare, sedangkan luas yang berhasil dipadamkan sekitar 64,7 hektare,” ujar Andhan, Minggu (13/9/2026). (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI
STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan
HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca
PERSONEL BKO DIKERAHKAN Perkuat Penanganan Karhutla
CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting
DIGUYUR HUJAN, Hotspot Karhutla Kobar Merosot jadi 22 Titik
BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:00

2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:48

PEMDA DIMINTA PERKUAT Pencegahan Karhutla hingga Tingkat Desa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:42

BNN PERKETAT PENGAWASAN Jalur Masuk Penyelundupan Narkotika

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:44

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Berita Terbaru


Ilustrasi visual yang menggambarkan kesiapan bantuan peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) untuk 13 kabupaten di Kalimantan Tengah. (SI/UT/@Gemini.Ai)

Kalteng

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:59

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (HO-Antara)

Hukum

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:40