SuarIndonesia – Malam Nisfu Syaban kembali dimaknai umat Islam sebagai momentum spiritual untuk melakukan introspeksi diri serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pada momen tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, doa, serta perbuatan baik sebagai bekal mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag dalam tausyiahnya di Masjid Raudhatul Jannah. Minggu (1/2/2026) subuh.
Dirinya menjelaskan bahwa di tengah tradisi keagamaan yang berkembang di masyarakat, terdapat sejumlah amalan yang lazim dilakukan, salah satunya membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali.
Prof. Dr.H. Ahmad Sagir menyebutkan, pembacaan Surah Yasin tersebut biasanya disertai dengan tawasul melalui amal saleh.
Diantaranya amalan ini diniatkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan jasmani, kekuatan iman, serta keteguhan dalam menjalankan ketaatan dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan bertawasul melalui amal saleh, berkat Surah Yasin semoga kita selalu disehatkan badan, dimudahkan dalam beribadah, dan dijadikan hamba yang taat kepada Allah SWT,” tuturnya dalam tausyiah tersebut.
Meski demikian, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin ini menegaskan bahwa secara khusus tidak terdapat dalil yang mengatur amaliah tertentu pada malam Nisfu Syaban.
Karena itu, menurutnya, umat Islam perlu memahami tradisi keagamaan tersebut secara bijak dan proporsional.
“Memang tidak ada dalil khusus yang menetapkan amalan tertentu di malam Nisfu Syaban. Namun, malam ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk menambah amal kebaikan secara lebih ekstra,” jelasnya.
Dirinya juga menambahkan, memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta meningkatkan amal sosial merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, setiap waktu pada dasarnya adalah kesempatan untuk beribadah, namun malam-malam yang dimaknai secara spiritual oleh umat Islam dapat menjadi pengingat untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah.
Lebih lanjut, dirinya mengajak umat Islam untuk menjadikan malam Nisfu Syaban sebagai sarana evaluasi diri, memperbaiki niat, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.
Ia berharap, melalui peningkatan amal ibadah tersebut, umat Islam dapat menyongsong bulan suci Ramadan dengan kesiapan iman dan mental yang lebih baik.
“Malam Nisfu Syaban hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan,” pungkasnya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















