OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Agus Maiyo (baju batik) saat hadir peluncuran bersetatus Bank Devisa.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Agus Maiyo (baju batik) saat hadir peluncuran bersetatus Bank Devisa.

SuarIndonesia – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengingatkan status Bank Kalsel sebagai bank devisa tidak semata dipandang sebagai peluang bisnis, tetapi juga tantangan besar dalam memperkuat manajemen risiko dan kesiapan sumber daya manusia.

Pernyataan itu disampaikan Agus saat menghadiri peluncuran layanan Bank Kalsel berstatus bank devisa di Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).

Menurut Agus, bertambahnya layanan dan ruang lingkup usaha yang dimiliki bank devisa akan membawa konsekuensi munculnya risiko-risiko baru yang lebih kompleks. Karena itu, kesiapan sistem pengawasan, manajemen risiko, teknologi, hingga kemampuan SDM dalam beradaptasi dengan dinamika global menjadi faktor yang sangat penting.

“Ini tidak bisa hanya dipandang sebagai peluang, tetapi juga tantangan untuk meningkatkan manajemen risiko. Akan banyak risiko baru yang muncul dan harus diantisipasi. Karena itu, status bank devisa ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menilai capaian Bank Kalsel menjadi bank devisa harus diiringi penguatan tata kelola dan kesiapan internal agar mampu menjawab kebutuhan layanan perbankan yang semakin kompleks, khususnya yang berkaitan dengan transaksi valuta asing dan perdagangan internasional.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menjelaskan, status bank devisa diraih melalui proses panjang dengan pemenuhan berbagai persyaratan regulator. Setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi puluhan persyaratan administratif dan operasional sebelum akhirnya mendapatkan izin operasional sebagai bank devisa.

Menurut Fachrudin, persyaratan tersebut meliputi aspek manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, kesiapan sumber daya manusia, hingga penguatan sistem layanan perbankan.

Baca Juga :   DIDUKUNG BI dan Bank Kalsel, Banjarbaru Luncurkan Bayar Pajak via QRIS Berhadiah Umrah

Ia menegaskan, keberhasilan Bank Kalsel meraih status bank devisa tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Kami berterima kasih kepada Gubernur Kalsel H Muhidin yang sangat besar dukungannya untuk Bank Kalsel menjadi Bank Devisa, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” katanya.

Fachrudin optimistis status baru tersebut akan memperkuat daya saing Bank Kalsel di industri perbankan sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas, terutama dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di sektor perdagangan internasional.

“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Dengan status bank devisa, Bank Kalsel diharapkan tidak hanya naik kelas sebagai bank pembangunan daerah, tetapi juga mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi Banua yang semakin terhubung dengan pasar global. Namun di sisi lain, penguatan manajemen risiko dan kesiapan kelembagaan menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan.(ADV/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PROGRES RUU Ketenagakerjaan Masih “On Schedule”
BANK KALSEL Apresiasi Petenis Meja U-16 dan Perlu Terus Dibina untuk Kancah Nasional
BANK KALSEL Kembali Dukung Turnamen Tenis Meja Terbuka VI DPRD Kalsel 2026
BANK KALSEL dan Telkomsel Hadirkan Promo Spesial Bagi Pengguna Aksel
FJPI Gandeng Bank Kalsel, Jurnalis Perempuan Didorong Kawal Pencegahan Karhutla
BANK KALSEL Syariah Umumkan Tiga Pemenang Lomba Reels “Impian Hajiku”
SEMARAK Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-76, Bank Kalsel Hadirkan Promo dan Voucher Belanja
BANK KALSEL Perluas Akses Layanan, Resmi Buka KCP Halong

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca