SuarIndonesia – Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Muhammad Hidayattollah atau yang akrab disapa Dayat El, menegaskan bahwa posisi Kepolisian Republik Indonesia paling ideal tetap berada langsung di bawah Presiden.
Menurut Dayat, struktur komando Polri saat ini merupakan desain konstitusional yang telah melalui pertimbangan matang.
Garis instruksi langsung dari Presiden dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus memastikan efektivitas koordinasi lintas sektor.
“Saya memandang posisi Polri di bawah Presiden adalah opsi terbaik. Ini penting untuk menjaga kejelasan rantai komando, menjamin netralitas institusi, serta memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga,” ujar Dayat El dalam keterangannya.
Sebagai anggota Komite I yang membidangi urusan politik, hukum, dan keamanan, Dayat menekankan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam penegakan hukum serta perlindungan masyarakat.
Karena itu, pengambilan keputusan yang bersifat mendesak dan berdampak nasional membutuhkan jalur birokrasi yang ringkas dan responsif, yakni langsung kepada kepala negara.
Lebih jauh, Dayat mengingatkan agar diskursus mengenai posisi Polri tidak berhenti pada perdebatan struktur organisasi semata.
Menurutnya, substansi yang jauh lebih penting adalah mendorong transformasi Polri menjadi institusi yang semakin profesional, modern, dan humanis.
“Fokus utamanya adalah kepercayaan rakyat. Selama di bawah Presiden pun, mekanisme check and balances tetap berjalan. Pengawasan dapat diperkuat melalui fungsi legislatif serta partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.
Dayat berharap pembahasan isu ini dilakukan secara objektif dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas manuver politik jangka pendek.
Sebagai wakil daerah, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penguatan institusi negara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















