SuarIndonesia – Bank Kalsel resmi menyandang status sebagai Bank Devisa, Senin (22/6), yang ditandai dengan pembukaan rekening valuta asing (valas) oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, sebagai nasabah perdana.
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting bagi Bank Kalsel dalam memperluas layanan perbankan, khususnya transaksi keuangan internasional. Dengan status baru ini, Bank Kalsel kini dapat melayani berbagai transaksi dalam mata uang asing, mulai dari transfer internasional, pembukaan rekening valas, transaksi ekspor-impor, remitansi, hingga layanan pendukung perdagangan internasional lainnya sesuai ketentuan regulator.
Gubernur Kalsel H Muhidin menyambut baik capaian tersebut.
Ia menilai kehadiran Bank Kalsel sebagai bank devisa akan membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendukung pelaku usaha dan UMKM berorientasi ekspor.
“Banyak peluang yang bisa dikembangkan dengan menjadi Bank Devisa. Ini tentu akan membantu pelaku UMKM ekspor agar bisa lebih berkembang,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menjelaskan bahwa pencapaian ini diraih melalui proses panjang dan pemenuhan berbagai persyaratan yang ditetapkan regulator.
Setelah mengantongi izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus menuntaskan puluhan persyaratan administratif dan operasional sebelum akhirnya memperoleh izin operasional sebagai bank devisa.
Menurutnya, persyaratan tersebut meliputi aspek manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, kesiapan sumber daya manusia, hingga penguatan sistem layanan perbankan.
Fachrudin menegaskan, keberhasilan Bank Kalsel meraih status bank devisa tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.
“Kami berterima kasih kepada Gubernur Kalsel H Muhidin yang sangat besar dukungannya untuk Bank Kalsel menjadi Bank Devisa, serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” katanya.
Ia optimistis, status baru tersebut akan memperkuat daya saing Bank Kalsel di industri perbankan sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas, khususnya dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di sektor perdagangan internasional.
“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Status bank devisa ini diharapkan menjadi langkah strategis Bank Kalsel untuk naik kelas, tidak hanya sebagai bank pembangunan daerah, tetapi juga sebagai lembaga keuangan yang mampu mendukung aktivitas ekonomi global dari Banua.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















