SuarIndonesia — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin (22/6/2026) waktu setempat mengumumkan pengunduran dirinya setelah kekalahan telak Partai Buruh pada pemilihan Mei lalu memicu hilangnya dukungan di internal partai yang berkuasa tersebut.
Menurut dia, pemilihan kepemimpinan Partai Buruh untuk memilih penggantinya akan diadakan pada September.
Starmer berulang kali mengisyaratkan tekadnya untuk tetap menjabat, tetapi pada akhirnya ia tunduk pada seruan pengunduran dirinya yang semakin gencar di dalam Kabinet pemerintahannya, seperti dilansir kantor berita Kyodo.
Sebelumnya Sputnik memberitakan bahwa Starmer akan tetap menjabat sebagai perdana menteri Inggris hingga proses pemilihan itu selesai serta memastikan serah terima kekuasaan akan berlangsung dengan tertib.
“Saya akan meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk menetapkan jadwal pendaftaran calon ketua dibuka pada 9 Juli dan selesai sebelum masa reses musim panas. Jika pemilihan itu berlangsung, maka akan dipastikan sudah ada ketua baru yang dilantik sebelum parlemen kembali bersidang pada September,” kata Starmer di Downing Street, London, Inggris.
Sementara itu, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa Starmer telah menjelaskan pengunduran dirinya merupakan tanggapan atas pertanyaan partainya tentang apakah ia “paling tepat” untuk memimpin partai pada pemilu selanjutnya.
“Saya sudah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawabannya dengan lapang dada,” katanya.
Kehilangan dukungan, mundur dari pimpinan Partai Buruh
Sementara itu, dilansir dari Antara, Anggota Majelis Tinggi Parlemen Inggris dari Partai Konservatif, Richard Balfe, mengatakan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer telah “kehabisan teman” dan tidak mampu menangani isu-isu dalam negeri.
“Perdana Menteri Starmer telah kehabisan teman. Dia cukup baik dalam urusan luar negeri, tetapi sama sekali tidak mampu menangani isu-isu dalam negeri,” kata Balfe kepada RIA Novosti.
Balfe menambahkan bahwa Starmer merupakan seorang pengacara hak asasi manusia yang kemudian terjun ke dunia politik dan dinilai gagal dalam sebagian besar kebijakan domestik yang pernah ditanganinya.
Sebelumnya pada hari yang sama, Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh yang saat ini berkuasa di Inggris.
Ia mengatakan bahwa partainya akan memulai proses pemilihan pemimpin baru pada 9 Juli dan menuntaskannya sebelum parlemen kembali bersidang pada September mendatang.
Starmer juga menyatakan akan tetap menjabat sebagai pemimpin partai hingga penggantinya terpilih.
Sekitar 100 anggota parlemen Partai Buruh sebelumnya telah menyerukan pengunduran diri Starmer pada Mei lalu setelah partai tersebut mengalami kegagalan dalam pemilihan lokal.
Jumlah anggota parlemen yang mendesaknya mundur dilaporkan terus bertambah setelah rival politiknya, Wali Kota Manchester Andy Burnham, memenangkan satu kursi parlemen pekan lalu. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















