MAKAM Cornelius Willem Dipindahkan ke Palangka Raya

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 23:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi pemidahan makam Pejuang Kemerdekaan yakni, Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, dari TPU Kristen Kelurahan Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir, ke TMP Sanaman Lampang Palangka Raya, Minggu (9/11/2025). (Foto: Diskominfosantik Kapuas)

Prosesi pemidahan makam Pejuang Kemerdekaan yakni, Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, dari TPU Kristen Kelurahan Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir, ke TMP Sanaman Lampang Palangka Raya, Minggu (9/11/2025). (Foto: Diskominfosantik Kapuas)

SuarIndonesia — Makam seorang pejuang kemerdekaan yakni Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, salah seorang penerjun pertama RI, dipindahkan dari TPU Kristen Kelurahan Barimba, Kabupaten Kapuas ke TMP Sanaman Lampang Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Beliau merupakan penerjun pertama dalam Operasi Militer 1 di daerah operasi Kotawaringin, yang sekarang dikenal sebagai Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat,” kata Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno di Kuala Kapuas, Selasa (11/11/2025).

Pemindahan makam Cornelius Willem yang lahir di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, pada 5 November 1926, dan wafat pada 14 Desember 1989 karena sakit, merupakan kerja sama Komando Daerah TNI Angkatan Udara I Pangkalan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas.

Pemprov Kalteng melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kapuas, lanjut dia, memfasilitasi pemindahan makam tersebut.

“Jasad Cornelius selanjutnya dibawa ke Kota Palangka Raya dan disemayamkan di cagar budaya rumah Pahlawan Nasional almarhum Tjilik Riwut di Jalan Jenderal Sudirman Palangka Raya, untuk selanjutnya dimakamkan kembali dengan upacara khusus,” kata Wiyatno, dilansir dari AntaraNews.

Cornelius Willem adalah salah satu pelaku sejarah dalam peristiwa Operasi Penerjunan Pertama RI di Kotawaringin yang dilakukan oleh 13 pemuda Kalimantan yaitu Iskandar Durauf, M Dachlan, Johannes Bitak, Cornelius Willem, J Darius, Achmad Kosasih, M Bachrie, Ali Akbar, Mika Aminuddin, Imanuel Nuhan, dan Morawi.

Kemudian dua orang ahli telegraph yaitu Harry Hadisumantri dan FM Soejoto. Penerjunan itu dilaksanakan pada 17 Oktober 1947 dengan menggunakan pesawat C-47 Skytrain/Dakota RI-002 yang dipiloti oleh Robert “Bob” Earl Freeberg warga kebangsaan Amerika.

Baca Juga :   POSBANKUM Permudah Masyarakat Mengakses Keadilan
Wagub Kalteng, Edy Pratowo, meletakan karangan bunga sebagai simbol penghormatan tertinggi dan rasa terima kasih atas jasa Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, Senin (10/11/2025). (Foto: kalteng.go.id)

Momentum heroik banyak terjadi pada peristiwa tersebut, yakni para penerjun dilatih dengan singkat dan menggunakan parasut bekas peninggalan Belanda dan Jepang, namun jiwa pantang menyerah demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia tidak menyurutkan tekad mereka untuk membuka dropping zone dan mendirikan stasiun pemancar radio untuk membantu perjuangan rakyat Kalimantan dalam mengusir penjajah.

Operasi Penerjunan Pertama RI di Kotawaringin 17 Oktober 1947 ini merupakan cikal bakal berdirinya Korp Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara.

Setelah melaksanakan Operasi Penerjunan Pertama pada 17 Oktober 1947, Cornelius Willem kembali, kemudian ditangkap oleh tentara Belanda pada 27 Nopember 1947 dan ditahan di Nusakambangan hingga 5 Desember 1949. Setelah bebas dari tahanan Belanda, Cornelius Willem kembali ke AURI Yogyakarta. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SH, Nenek 70 Tahun Diduga Edarkan Sabu
PENANGANAN Karhutla Dilakukan Cepat dan Responsif
DITETAPKAN TERSANGKA Delapan Pembakar Lahan
KOTA SAMPIT Berpotensi Terdampak Kabut Asap
FORKOT APRESIASI Pulih Sistem Kelistrikan, Tapi tidak Menghapus Tanggung Jawab Hukum PLN
PT PLN Belum Menjawab Substansi Keberatan Administratif, LBH Borneo Nusantara Ajukan Banding
TIGA PELAKU UTAMA Kasus Pembunuhan Polisi Digiring ke Palangka Raya
151,7 HA Lahan di Kotim Ludes Terbakar

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:48

PENANGANAN Karhutla Dilakukan Cepat dan Responsif

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:31

DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:02

DITETAPKAN TERSANGKA Delapan Pembakar Lahan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:23

KABID HUMAS : Penahanan Babeh Aldo Guna Proses Penyidikan, Begini Reaksi Tim Kuasa Hukum Tersangka

Berita Terbaru

Kab. Banjar

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:52

Kalsel

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Jul 2026 - 16:38

Febrie Adriansyah. (detikcom/Rumondang Naibaho)

Hukum

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:30

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca