LITERASI DIGITAL, Kunci Generasi Dayak Hadapi Globalisasi

- Penulis

Senin, 19 Mei 2025 - 20:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan memberikan sambutan dalam sebuah seminar kepemudaan yang digelar bertepatan dengan perayaan Pekan Gawai Dayak di Pontianak, Senin (19/5/2025). (ANTARA/Rendra Oxtora)

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan memberikan sambutan dalam sebuah seminar kepemudaan yang digelar bertepatan dengan perayaan Pekan Gawai Dayak di Pontianak, Senin (19/5/2025). (ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa kemampuan literasi digital menjadi kunci penting bagi generasi muda Dayak dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis.

“Mahasiswa, anak muda sekarang, tidak sadar bahwa teknologi itu ada di dalam saku celana mereka. Ada di dalam tas mereka. Tapi kalau tidak dibarengi pemahaman dan literasi yang cukup, teknologi bisa menjadi pisau bermata dua,” kata Krisantus saat memberikan sambutan dalam sebuah seminar kepemudaan yang digelar bertepatan dengan perayaan Pekan Gawai Dayak di Pontianak, Senin (19/5/2025).

Menurut Krisantus, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan ruang tanpa batas, di mana setiap orang, termasuk generasi muda Dayak, dapat mengakses informasi dari seluruh dunia hanya dalam genggaman tangan. Namun, kemudahan ini juga menghadirkan tantangan besar apabila tidak diimbangi dengan literasi digital yang baik.

Ia menekankan pentingnya memahami konsep literasi digital agar generasi muda tidak terjebak dalam arus informasi negatif, berita bohong, ujaran kebencian, hingga potensi terpapar paham radikalisme yang bertebaran di media digital.

“Kalau tidak dibekali dengan pemahaman dan literasi digital, kita bisa hancur. Kita bisa terjerat masalah hukum, bisa terjerumus dalam paham-paham yang menyimpang, bahkan bisa kehilangan arah,” tuturnya.

Krisantus juga menyinggung perubahan besar yang terjadi antar generasi. Ia membandingkan perjalanan pendidikannya yang penuh keterbatasan dengan kemudahan yang dinikmati anak muda saat ini. Dari harus berjalan kaki puluhan kilometer ke sekolah, hingga menggunakan sepeda ontel menyusuri jalan kerikil, Krisantus mengingatkan bahwa kemajuan zaman harus dimanfaatkan secara bijak.

“Dulu kami jalan kaki 10 kilometer untuk sekolah. Sekarang sekolah ada di depan mata. Bahkan universitas pun mudah dijangkau. Jadi tidak ada alasan anak Dayak tidak bisa kuliah atau menjadi sarjana,” katanya.

Ia menegaskan bahwa peluang menjadi pemimpin, termasuk di level nasional, sangat terbuka bagi siapa saja, termasuk dari kalangan Dayak. Namun peluang tersebut hanya bisa diraih dengan bekal pendidikan dan literasi yang cukup, termasuk literasi digital.

Baca Juga :   WASPADAI Ormas Berkedok Debt Collector

Lebih jauh, Krisantus menyampaikan bahwa teknologi digital seharusnya menjadi sarana produktif, seperti membuka peluang usaha, memperluas jaringan, hingga meningkatkan kompetensi pribadi.

“Sekarang, buka toko tidak perlu punya ruko. Cukup dengan ponsel, kita bisa jual produk orang lain, asal kreatif. Belajar bahasa asing, memahami ekonomi dunia, semua bisa lewat gawai,” kata Krisantus, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Dalam kesempatan itu, Krisantus juga mengajak generasi muda Dayak untuk menjaga dan melestarikan budaya, termasuk lewat pemanfaatan teknologi digital. Ia mengusulkan agar nilai-nilai budaya Dayak seperti tradisi kepomang, peralatan pertanian tradisional, hingga ritual adat dapat didokumentasikan dan dibukukan, sehingga tidak hilang ditelan zaman.

“Kalau tidak kita dokumentasikan, tidak kita bukukan, maka generasi milenial tidak akan tahu bagaimana leluhur kita dulu berjuang,” katanya.

Ia menutup sambutan dengan pesan agar para orang tua di kampung tetap menyekolahkan anak-anak mereka semaksimal mungkin, sebab pendidikan adalah bekal utama untuk menghadapi masa depan.

“Tuhan sudah gariskan kita jadi apa, tapi belum kita ketahui. Tapi satu hal pasti: tidak mungkin jadi anggota DPRD, tidak mungkin jadi Wakil Gubernur kalau tidak sekolah. Maka anak-anak harus disekolahkan,” kata dia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
HY, 15 Tahun Tilap Uang Pelanggan Rp 5 M
BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali
BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:48

PENANGANAN Karhutla Dilakukan Cepat dan Responsif

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29

KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:31

DIUSULKAN Kewarganegaraan Ganda Terbatas bagi Talenta

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:02

DITETAPKAN TERSANGKA Delapan Pembakar Lahan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:23

KABID HUMAS : Penahanan Babeh Aldo Guna Proses Penyidikan, Begini Reaksi Tim Kuasa Hukum Tersangka

Berita Terbaru

Kab. Banjar

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:52

Kalsel

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Jul 2026 - 16:38

Febrie Adriansyah. (detikcom/Rumondang Naibaho)

Hukum

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:30

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca