Lelaki Lanjut Usia Lupa Ingatan Hebohkan Rawa Sari

Lelaki Lanjut Usia Lupa Ingatan Hebohkan Rawa Sari
Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih dan Kasi Rehabilitasi Sosial, Hasan menengok lelaki lanjut usia yang lupa ingatan. (Foto: Robby/suarindonesia.com)

Suarindonesia – Dalam satu pekan terakhir, warga RT. 51, RW. 05 Kelurahan Rawa Sari dihebohkan dengan kehadiran lelaki lanjut usia yang hilang ingatan dan tidur di sebuah pos kamling kelurahan setempat, Sabtu (22/9/2018).

Ketua Rukun Tetangga (RT) 51 Kelurahan Rawa Sari, Suriansyah mengatakan bahwa sekitar satu pekan lalu, pihaknya menemukan lelaki lanjut usia tak beridentitas tersebut. Bahkan, saat ditanyai identitas pun lelaki tersebut tidak mengetahui dan hanya diam.

“Tidak ada komunikasi sama sekali, bahkan saat kami kasih buku dengan pen, juga tak bisa menulisnya,” cetusnya.

Suryansyah mengatakan bahwa selama satu pekan lelaki lanjut usia tersebut tidur di sebuah pos Kamling RT. 51, RW. 05 Kelurahan Rawa Sari. Adapun untuk makan, lelaki tua tersebut diberi oleh masyarakat sekitar. “Kita kehilangan komunikasi, karena yang bersangkutan tidak bisa bicara sama sekali,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari warga sekitar terkait adanya seorang tunawisma yang terlantar di Kelurahan Rawa Sari. Ia melihat kondisi yang bersangkutan, apabila memungkinkan dibawa ke rumah singgah maka pihaknya bersama Dinas Sosial kota Banjarmasin untuk membawanya.

“Saya ingin bapak ini dibawa ke rumah singgah agar mampu ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Hasan mengatakan ihwal informasi adanya orang terlantar tersebut didapat dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sri Nurnaningsih untuk ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Ia mengatakan bahwa dari Dinas Sosial akan membawa yang bersangkutan ke rumah singgah untuk dirawat dan ditangani semaksimal mungkin. Pihaknya pun memiliki dokter umum dan dokter jiwa atau psikiater. Untuk masalah tempat tinggal, makan dan sebagainya akan dijamin oleh rumah singgah.

Pihaknya akan menggali identitas yang bersangkutan. Apabila tidak menemukan, pihaknya akan mengumumkan di media sosial dan lokasi tertentu. “Kita berharap semoga yang bersangkutan akan pulih ketika berada di rumah singgah,” pungkasnya. (BY)

 221 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: