Lalu Zohri, Kini Manusia Tercepat Asia Tenggara

- Penulis

Selasa, 23 April 2019 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lalu Muhammad Zohri saat meraih medali emas di Kejuaraan Atletik Junior Dunia 2018 di Finlandia. (Foto: Dok. KBRI Helsinki)

Suarindonesia – Mantan sprinter nasional Suryo Agung tak lagi menjadi manusia tercepat Asia Tenggara. Gelar miliknya yang sempat bertahan selama sembilan tahun delapan bulan justru kini direbut seorang fan berat sepak bola, Lalu Muhammad Zohri.

Lalu Zohri berhasil memecahkan rekor Suryo Agung saat tampil di semifinal Kejuaraan Atletik Asia 2019. Ia berhasil mencatatkan waktu 10,15 detik di semifinal dan kemudian dipertajam menjadi 10,13 detik di final saat merebut medali perak dalam ajang yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Senin (22/4).

Suryo Agung sendiri sempat menjadi manusia tercepat Asia Tenggara setelah mencatatkan rekor 10,17 detik di lari nomor 100 meter pada ajang SEA Games 2009 di Vientiane, Laos.

Nama Lalu Zohri mencuat ketika kali pertama ia membuat kejutan keluar sebagai peraih medali emas pada lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Junior di Tampere, Finlandia.

Ia berhasil membukukan catatan waktu 10,18 detik. Hanya 0,01 detik saja pencapaiannya itu nyaris menyamai rekor Suryo Agung saat itu. Lalu Zohri juga pernah menuliskan pengalamannya yang luar biasa dari mulai Kejuaraan Dunia Junior hingga Asian Games dalam program Testimoni di CNNIndonesia.com.

Remaja asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat itu dinobatkan sebagai manusia tercepat Asia Tenggara dalam usia yang relatif muda yakni 18 tahun. Sekadar catatan, Suryo Agung genap 26 tahun ketika ia mencetak rekor tercepat di Asia Tenggara pada SEA Games 2009.

Lalu Zohri sebenarnya bertekad memecahkan rekor Suryo Agung tersebut saat ia berlaga di nomor lari 100 meter Asian Games 2018. Namun, ambisinya belum terwujud kala itu. Ia hanya mencatatkan waktu 10,20 detik pada partai final dan berada di urutan ketujuh.

Lalu Zohri tak lantas menyerah. Sampai tiba ia berhasil memperbaiki catatan waktunya di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Stadion Internasional Khalifa.

Baca Juga :   BMKG: EL NINO Diprediksikan Bertahan hingga Kuartal I 2027

Kemajuannya pun terbilang drastis. Di semifinal, Lalu Zohri menorehkan 10,15 detik. Lajunya lebih cepat di fase final yakni 10,13 detik. Namun, ia harus puas meraih medali perak karena kalah dari pelari Jepang, Yoshihide Kiryu, yang membukukan catatan waktu 10,10 detik.

Padahal, Lalu Zohri sempat berada paling depan. Ia disalip Kiryu sekitar lima meter sebelum sampai garis finish.

Lalu Zohri menjadi sprinter Indonesia kedua peraih medali perak di Kejuaraan Atletik Asia setelah Yudhi Purnomo 34 tahun silam.

Ia kemudian mengungkapkan faktor dirinya disalip Kiryu jelang garis finish.

“Iya saya sempat hilang konsentrasi, memikirkan saingan-saingan saya,” ujar Lalu Zohri dikutip dari rilis PB PASI.

Tak ayal, Lalu Zohri kini bahkan lebih cepat 0,4 detik dari Suryo Agung sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara.

Di balik laju kedua kakinya yang sangat cepat, Lalu Zohri bukan hanya dikenal sebagai sprinter yang tak kenal menyerah. Ia merupakan sosok yang amat sederhana dan bicara apa adanya.

Lalu Zohri bahkan blak-blakan bicara meluruskan pemberitaan yang menyebutkan ia kebingungan mencari bendera Merah Putih usai menang di Kejuaraan Dunia Junior di Tampere, Finlandia, Juli 2018.

“Usai menang pada balapan kejuaraan dunia sebenarnya saya bukan kebingungan mencari bendera, saya takut diwawancara pakai bahasa Inggris. Saya mau kabur sebelum akhirnya dipanggil ofisial,” tulis Lalu Zohri dalam Testimoni CNNIndonesia.com.

Begitu mengimpikan menjadi pesepakbola profesional sejak kecil, Lalu Zohri justru bersinar terang di lintasan lari, terutama nomor 100 meter.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KORUPSI HUTAN: Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan
KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla
HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:36

SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Kamis, 10 September 2026 - 21:58

DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca