KONSUMSI dan Penimbunan BBM Sebabkan Antrean

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto: Antara/Putu Indah S)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin (14/9/2026). (Foto: Antara/Putu Indah S)

SuarIndonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke subsidi, serta penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi menjadi penyebab antrean panjang pembelian BBM di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Yang terjadi sekarang itu kan adalah sebagian ada yang shifting sebenarnya, dari yang tadinya tidak memakai subsidi, mereka beralih ke minyak subsidi,” ujar Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) yang digelar di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Selain itu, Bahlil juga menyoroti temuan kepolisian berupa mobil-mobil dengan tangki BBM yang dimodifikasi untuk menimbun BBM bersubsidi.

Ia mengungkapkan terdapat tangki mobil dan truk yang dimodifikasi menjadi lebih besar hingga bisa memuat hingga 1 ton BBM.

“Jauh lebih dari itu ada mobil-mobil, truk, bikin tangki gede, besar sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ. Dalam hati saya, ini bagaimana model begini? Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan tetap seperti ini,” ujar Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil menyampaikan Kementerian ESDM bekerja sama dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan dan pihak kepolisian untuk mengurai antrean yang terjadi di Makassar.

“Sekarang alhamdulillah sudah mulai terurai. Kami akan melakukan hal-hal yang penting untuk menjaga agar subsidi tepat sasaran,” kata Bahlil.

Dalam tiga hari terakhir antrean kendaraan pembeli bahan bakar minyak (BBM) membludak hingga lebih dari 50 persen sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Berdasarkan pantauan pada Senin pagi, antrean pembeli BBM di SPBU di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, sudah terlihat normal hanya belasan kendaraan yang mengantre sehingga petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) lancar melayani konsumen.

Baca Juga :   PERKUAT Ketahanan Pangan, DPRD Kalsel Dorong Pengembangan Peternakan Sapi

Pemerintah setempat dalam situasi ini telah menerbitkan aturan agar pembelian BBM disesuaikan dengan ganjil-genap nomor polisi. Selain itu, kendaraan besar seperti truk dan bus harus antre membeli BBM di malam hari sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

Selain itu, pihak Pertamina juga telah menambah pasokan BBM dan menambah waktu operasional SPBU untuk melayani masyarakat sehingga antrean kendaraan sudah normal.

Jamin ketersediaan LPG di Indonesia

Sementara itu, dilansir dari Antara, Bahlil Lahadalia menjamin ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia aman, sebab sudah mendapatkan kontrak jangka panjang dari Amerika Serikat (AS).

Bahlil menyampaikan kontrak jangka panjang tersebut merupakan bagian dari kesepakatan impor komoditas energi dari Amerika Serikat (AS) sebesar 15 miliar dolar AS.

Oleh karena itu, selain menjamin ketersediaan LPG di Indonesia, Bahlil juga menjamin tidak akan menaikkan harga LPG nonsubsidi.

Sementara itu, terkait dengan rencana impor LPG dari Rusia, Bahlil menyampaikan kerja sama antara Indonesia-Rusia masih di ranah impor minyak mentah (crude).

“Kalau kontrak jangka panjang kita dari LPG kan salah satu antaranya dari Amerika. Kalau di Rusia itu, kami baru bicara pada tataran crude, minyak. Kalau LPG masih dari Amerika, ya,” ucap Bahlil. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T
HARGA BBM Subsidi tetap Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
PERKUAT Ketahanan Pangan, DPRD Kalsel Dorong Pengembangan Peternakan Sapi
PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel
PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:22

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tim 9 Kejagung Sita 38 Objek Tanah

Selasa, 15 September 2026 - 20:07

BNPB: Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare

Selasa, 15 September 2026 - 15:43

TANGIS HARU PECAH di Depan Posko Basarnas Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Senin, 14 September 2026 - 21:22

50 PERUSAHAAN Terkait Karhutla Disegel di 8 Provinsi, 4 di Kaltim

Senin, 14 September 2026 - 20:15

MENDAGRI Pelajari Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Senin, 14 September 2026 - 19:59

SUAHASIL NAZARA Gantikan Purbaya

Minggu, 13 September 2026 - 22:10

SOAL Insiden KMP Virgo Transport 8, Menhub: Pemerintah Investigasi Secara Menyeluruh

Minggu, 13 September 2026 - 21:56

KONDISI PANIK, Pengakuan Agus Loncat dari Kapal ke Skoci Bersama Enam Orang

Berita Terbaru


Bea Cukai Sampit musnahkan BKC ilegal senilai Rp1,35 Miliar, Sampit, Selasa (15/9/2026). (Foto: Antara/Devita Maulina)

Hukum

799.440 Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:32

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca