KOALISI 10 Negara Lawan Houthi di Laut Merah

- Penulis

Kamis, 21 Desember 2023 - 00:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen milisi Houthi bajak kapal kargo Israel beberapa waktu yang lalu. [Reuters/Houthi Military Media]

Momen milisi Houthi bajak kapal kargo Israel beberapa waktu yang lalu. [Reuters/Houthi Military Media]

SuarIndonesia — Amerika Serikat membentuk koalisi 10 negara, demi menghadapi serangan rudal dan drone milisi Houthi Yaman di Laut Merah.

Koalisi 10 negara yang tergabung dalam “Inisiatif Keamanan Multinasional” ini mencakup AS, Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol. Satu negara Arab, Bahrain, juga ikut bergabung dalam koalisi bentukan AS ini.

“Negara-negara yang berupaya menjunjung prinsip dasar kebebasan navigasi harus bersatu, untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh aktor non-negara ini,” kata Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, Rabu (20/12/2023), kutip CNNIndonesia dari AFP.

Koalisi ini dibentuk usai milisi Houthi yang didukung Iran, meningkatkan serangan terhadap kapal tanker, kapal kargo, dan kapal lainnya di Laut Merah.

Austin menyebut koalisi keamanan ini dibentuk dengan tujuan memastikan kebebasan navigasi bagi semua negara, dan memperkuat keamanan dan kemakmuran di kawasan.

Milisi houthi sebelumnya telah menyerang dua kapal yang diklaim “terkait dengan Israel” di Laut Merah, sebagai bentuk solidaritas terhadap situasi di Gaza.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Awal pekan ini, kapal Swan Atlantic milik Norwegia dan kapal lain yang diidentifikasi oleh Houthi sebagai MSC Clara, jadi sasaran insiden maritim di perairan Laut Merah.

Dalam sebuah pernyataan, Houthi mengaku melakukan “operasi militer terhadap dua kapal yang terkait dengan entitas Zionis”, dengan menggunakan drone angkatan laut.

Selain itu, Houthi juga bersumpah untuk mencegah semua kapal menuju pelabuhan Israel, berlayar di Laut Arab dan Laut Merah, sampai ada lebih banyak makanan dan obat-obatan diizinkan masuk ke Gaza.

Namun pemilik Swan Atlantic, Inventor Chemical Tankers dari Norwegia membantah punya hubungan dengan Israel. Mereka mengatakan kapal itu membawa bahan baku biofuel dari Prancis ke Pulau Reunion. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Selasa, 28 April 2026 - 23:11

KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan

Selasa, 28 April 2026 - 17:24

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 16:50

RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca