KLH Perkuat Elaborasi Penyelamatan Endemik Pesut Mahakam

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesut Mahakam. (Foto: Istimewa)

Pesut Mahakam. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengelaborasi aksi cepat untuk menyelamatkan populasi Pesut Mahakam (orcaella brevirostris) yang kini berstatus terancam punah secara kritis dengan jumlah tersisa sekitar 60 individu di perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Satwa ini harus dikonservasi. Butuh kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terpadu, melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal,” kata Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian LH, Inge Retnowati di Samarinda, Rabu (1/10/2025).

Rencana aksi cepat yang dirumuskan berfokus pada implementasi konkret di lapangan, seperti penataan lalu lintas transportasi air di zona inti habitat pesut, terutama di anak-anak sungai yang menjadi area mencari makan dan berkembang biak.

Solusi lain yang diupayakan mencakup aksi pencegahan melalui modifikasi alat tangkap nelayan, aksi pemulihan habitat, hingga penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal, seperti penangkapan ikan dengan cara meracun atau menyetrum.

Di sisi lain, program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan didorong sebagai solusi untuk memberikan alternatif ekonomi bagi warga sekitar, sehingga mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian pesut.

Baca Juga :   DIKIRA Hilang di Hutan, Ternyata Tertidur di Masjid Polres

“Upaya konservasi ini menjadi semakin mendesak mengingat lambatnya tingkat reproduksi pesut, dimana seekor betina hanya mampu melahirkan satu anak dalam rentang waktu tiga hingga empat tahun,” tutur Inge dilansir dari AntaraNews.

Status kritis tersebut didasarkan pada data penelitian Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) yang menunjukkan populasi mamalia air tawar endemik itu terus menghadapi berbagai ancaman serius menuju kepunahan.

Peneliti RASI, Danielle Kreb merinci sejumlah ancaman utama yang menyebabkan kematian pesut, mulai dari terjerat jaring insang nelayan, tabrakan dengan kapal ponton, pencemaran air termasuk mikroplastik, hingga kebisingan bawah air yang mengganggu sonar dan komunikasi mereka.

Dengan hilangnya populasi lumba-lumba baiji di Sungai Yangtze, China, Pesut Mahakam kini menjadi salah satu lumba-lumba air tawar paling langka di dunia yang keberadaannya wajib diselamatkan sebagai ikon kebanggaan dan kekayaan hayati Indonesia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN
OIKN Perkenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat
SUSTAIN: Kaltim Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
SEKOLAH TERINTEGRASI Presiden Prabowo Dibangun di Kabupaten Penajam

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 21:01

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 April 2026 - 20:25

PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). (Antara/A Rifandi)

Kaltim

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 Apr 2026 - 21:01

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca