KETAPANG: 15 WNA China Penyerang Sipil-TNI Bekas Pekerja PT SRM

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 21:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direksi PT SRM dan kuasa hukum. (Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan)

Direksi PT SRM dan kuasa hukum. (Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan)

SuarIndonesia — Keberadaan 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) ternyata masih ada kaitannya dengan perusahaan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM). Mereka merupakan mantan pekerja PT STM manajemen lama.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Utama PT SRM Firman saat ditemui di Pontianak, usai membuat laporan penyerangan dan perusakan di Polda Kalbar, Selasa (16/12/2025).

“Keberadaan WNA yang dimaksud dalam peristiwa ini merupakan pihak-pihak yang disponsori oleh manajemen lama, sebelum terjadinya pengambilalihan dan restrukturisasi manajemen perusahaan,” kata Firman.

Ia menegaskan, PT SRM saat ini telah mengalami perubahan struktur kepemilikan dan manajemen yang sah secara hukum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.

Sehubungan dengan perubahan tersebut, manajemen baru PT SRM tidak pernah memberikan persetujuan, penugasan, maupun izin kepada Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk bekerja atau melakukan aktivitas operasional di lingkungan perusahaan. Termasuk untuk 15 WN China tersebut.

“Maka, patut kita sebut 15 WN China penyerang TNI dan perusak aset ini adalah mantan pekerja PT SRM manajemen lama,” kata Firman mengutip detikKalimantan, Rabu (17/12/2025).

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum dan itikad baik perusahaan, manajemen baru PT SRM telah secara resmi menyampaikan surat kepada Kantor Imigrasi Ketapang pada bulan Oktober 2025 untuk terhadap WN China yang bersangkutan.

“Kebijakan perusahaan saat ini adalah mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal, sesuai dengan kebutuhan operasional, kompetensi yang tersedia, serta ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan,” jelas Firman.

Baca Juga :   121 HAKIM Direkomendasikan Dijatuhi Sanksi pada Semester I 2026

Sebelumnya, pihak manajemen lama PT SRM melalui Corporate Communication Specialist Fahrizal Fahmi Daulay juga mengeluarkan pernyataan resmi perihal status WN China ini.

Ia membenarkan bahwa WN China yang mengoperasikan drone di area tambang PT SRM hingga terjadi keributan, adalah staf teknis PT SRM yang saat itu dipimpin Li Changjin.

Dalam pernyataan resminya, disebutkan bahwa penerbangan drone oleh WN China tersebut bukan di area militer atau area yang dilarang. Disebutkan juga bahwa ada oknum TNI yang tidak suka WN China mengoperasikan drone dan akhirnya melakukan penyitaan, baik drone maupun ponsel.

Setelah disita, oknum TNI dan Kepala Pengamanan Imran Kurniawan lalu menghapus hasil drone yang ada memori ponsel staf teknis tersebut. Setelah itu, mereka mengembalikan drone dan ponselnya ke WN China tenaga teknis PT SRM manajemen lama tersebut.

Belakangan tersebar dokumen yang menunjukkan bahwa Li Changjin merupakan orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polri sejak 2022. Bahkan, juga tersebar dokumen red notice Interpol. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging
DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka
WALHI Kalbar Desak Penindakan Perusahaan Sebabkan Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:58

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:21

KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Berita Terbaru

Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:47

Hujan membasahi wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-MC Kominfo Banjarbaru)

Kalsel

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca