KALTENG-IPB Kembangkan Budi Daya Kepiting dengan Metode Sylvofishery

- Penulis

Senin, 24 Juni 2024 - 23:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembuatan pagar kepiting pada ekosistem mangrove di Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (23/6/2024). [ANTARA/HO-Dislutkan Kalteng]

Pembuatan pagar kepiting pada ekosistem mangrove di Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (23/6/2024). [ANTARA/HO-Dislutkan Kalteng]

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkolaborasi bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan budi daya kepiting bakau (scylla serrata) dengan metode sylvofishery pada ekosistem mangrove.

Dikutip dari AntaraNews, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng Darliansjah di Palangka Raya, Senin (24/6/2024) menjelaskan, sebagai implementasi, pihaknya bersama tim dari IPB menggelar pelatihan dan pendampingan budidaya kepiting bakau dengan metode sylvofishery pada ekosistem mangrove di Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Kegiatan pelatihan budi daya kepiting bakau bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir Kalimantan Tengah khususnya di Kotawaringin Barat melalui budi daya kepiting dengan system sylvofishery,” terangnya.

Sylvofishery merupakan salah satu konsep dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya air payau.

Darliansjah mengatakan kegiatan ini sebagai dukungan terhadap komitmen Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan pesisir yang bekerja pada sektor kelautan dan perikanan.

“Harapan kami melalui kerja sama ini, masyarakat pesisir Kalimantan Tengah memiliki kemampuan untuk melakukan budi daya kepiting bakau dengan sistem sylvofishery, agar nantinya meningkatkan pendapatan sekaligus kesadaran terhadap potensi ekosistem mangrove,” terangnya.

Adapun kolaborasi Pemprov Kalteng bersama IPB dalam pengembangan budi daya kepiting ini merupakan bagian dari jalinan kerja sama pembangunan, salah satunya pengembangan sektor kelautan dan perikanan di provinsi setempat.

Kegiatan yang dimulai sejak 21 Juni 2024 ini diawali dengan pelatihan yang dilanjutkan dengan pendampingan budi daya kepiting bakau metode sylvofishery.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui pemberian teori dan praktik langsung di lapangan, yaitu pembuatan pagar kepiting.

Baca Juga :   ANTISIPASI Bencana Banjir Pemprov Kalteng Siapkan Rencana Kontingensi

Dalam penyelenggaraan tersebut, Tim Dislutkan didampingi Tim Pemberdayaan Masyarakat dari FPIK IPB melibatkan masyarakat yang dibina, yaitu kelompok budi daya kepiting bakau Alam Indah Lestari Desa Teluk Bogam.

Kelompok ini diberikan bantuan berupa alat tangkap bubu sebanyak 10 buah untuk masing-masing anggota kelompok dan alat tangkap jaring untuk dipakai per kelompok.

Bubu digunakan menangkap kepiting, sementara jaring digunakan menangkap ikan sebagai makanan atau umpan kepiting yang dibudi daya.

Kepala Desa Teluk Bogam M Yusran mengatakan, warganya sangat antusias dengan adanya kegiatan ini dan berterima kasih kepada jajaran Pemprov Kalteng.

“Teluk Bogam memang banyak terdapat kepiting bakau dan pesisir pantainya juga memiliki hutan mangrove yang cukup baik, sehingga cocok untuk budidaya kepiting sistem sylvofishery,” ucapnya.

Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat FPIK IPB Sulistiono mengatakan salah satu model perikanan kepiting yang cukup baik adalah model sylvofishery.

“Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat memiliki keterampilan yang lebih baik dalam memelihara atau membudidayakan kepiting sehingga masyarakat dapat memiliki pendapatan yang lebih baik,” tutupnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENKEU PURBAYA: Tahun ini tak Ada Pembelian Motor Listrik bagi SPPG
PEMERINTAH Jaga Harga BBM Subsidi agar Terjangkau Masyarakat
KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi
RUPIAH MELEMAH Seiring Eskalasi Konflik AS vs Iran Menguat
TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito
TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito
MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 22:33

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Minggu, 5 April 2026 - 22:37

TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Rabu, 1 April 2026 - 21:50

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Rabu, 1 April 2026 - 21:23

TIGA PRAJURIT TNI Gugur, Israel Bantah Serang Pasukan PBB di Lebanon

Rabu, 1 April 2026 - 21:04

PESAWAT AN-26 Rusia Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas

Rabu, 1 April 2026 - 20:31

HARGA MIGAS di Eropa Naik hingga 70 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

Berita Terbaru

Internasional

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:33

Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja  ke Banjarbaru, yakni di Kelurahan Guntung Damar, Kamis (9/4/2026). (SuarIndonesia/Ist)

Headline

MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:23

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca