KALBAR Masuk Periode Krusial Rawan Karhutla

- Penulis

Senin, 14 Juli 2025 - 22:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi BPBD Kubu Raya saat berupaya memadamkan api di Kecamatan Sungai Kakap. (Dok ANTARA/HO-BPBD Kubu Raya)

Ilustrasi BPBD Kubu Raya saat berupaya memadamkan api di Kecamatan Sungai Kakap. (Dok ANTARA/HO-BPBD Kubu Raya)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memantau sebanyak 61 titik panas yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), menandakan masuknya periode krusial yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dengan semakin banyaknya terpantau titik panas di Kalbar, di mana kondisi ini menjadi peringatan dini meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah dinamika cuaca yang masih fluktuatif,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno, di Sungai Raya, Senin (14/7/2025).

Sutikno menyampaikan bahwa temuan titik panas ini menandakan wilayah Kalbar memasuki periode krusial yang rawan terjadi karhutla, meskipun sebagian besar wilayah masih diguyur hujan.

“Periode 14 sampai 20 Juli 2025, wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kemudahan terjadinya karhutla. Ini menjadi perhatian bersama, terutama agar masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka dalam bentuk apa pun,” katanya.

BMKG mencatat dalam 24 jam terakhir telah terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di beberapa wilayah. Namun, Sutikno mengingatkan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga 16 Juli, dan dapat disertai petir serta angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memicu dampak lanjutan seperti genangan air, banjir lokal, hingga tanah longsor di wilayah rawan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap siaga terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.

Baca Juga :   ISU Penyelundupan jadi Alasan Mendesak Pemekaran Wilayah

Meskipun titik panas meningkat, kualitas udara di Kalimantan Barat berdasarkan indeks rata-rata PM2.5 per 13 Juli 2025 masih tergolong baik hingga sedang. Namun BMKG tetap meminta masyarakat tidak lengah, terutama dalam menjaga lingkungan agar tidak memicu penyebaran asap akibat karhutla.

“Kualitas udara bisa berubah dengan cepat tergantung arah angin dan skala kebakaran. Maka dari itu, deteksi dini harus dibarengi dengan langkah pencegahan di lapangan,” katanya.

Sebagai langkah antisipatif, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka untuk membuka lahan atau membersihkan pekarangan, mewaspadai cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan mengakses informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG seperti aplikasi mobile, media sosial, dan situs web.

“Kita harus sama-sama waspada. Karhutla bisa dicegah jika seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif, mulai dari tidak membakar lahan hingga melaporkan titik api sedini mungkin,” kata Sutikno, dilansir dari ANTARANews.

Dia menambahkan, BMKG Supadio terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memantau dinamika cuaca dan titik panas di Kalbar guna meminimalkan risiko kebakaran dan bencana ikutan lainnya. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
PUTUSAN UNIK, Hakim PN Mempawah Hukum Terdakwa Berlebaran ke Rumah Korban

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:38

KTP HILANG Didenda!, Legislator Usul Terapkan Satu Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 23:26

JUNI 2026, Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Lima Lokasi PSEL

Rabu, 22 April 2026 - 22:01

PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 22 April 2026 - 21:55

DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru

Rabu, 22 April 2026 - 21:45

KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sofia Kamila (13) jemaah haji termuda asal Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca