KALBAR Daerah Prioritas Penanggulangan Karhutla

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 20:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin rapat pencegahan karhutla bersama BNPB RI dan Menhut melalui daring. (ANTARA/Rendra Oxtora)

Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin rapat pencegahan karhutla bersama BNPB RI dan Menhut melalui daring. (ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, menetapkan Kalimantan Barat bersama Kalteng dan Kalsel sebagai daerah fokus pengendalian kebakaran hutan dan lahan 2025.

“Kalbar bersama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Kalbar akan menjadi fokus perhatian pemerintah pusat dalam upaya mitigasi risiko karhutla tahun 2025,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia, Letjen TNI Dr Suharyanto dalam rapat bersama penanggulangan Karhutla secara online, Selasa (29/7/2025).

Penetapan ini merujuk pada evaluasi pemerintah terhadap potensi ancaman kebakaran, luasan lahan rentan terbakar, serta tren penurunan atau peningkatan titik panas (hotspot) dalam beberapa tahun terakhir.

“Meski pada 2024 terjadi penurunan signifikan luas lahan terbakar di Kalbar, dari 111 ribu hektare menjadi hanya 17 ribu hektare, kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama menjelang musim kemarau panjang,” tuturnya.

Sementara tu, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan bahwa pengendalian karhutla menjadi agenda prioritas Pemprov Kalbar. “Kita tidak boleh lengah meski capaian tahun lalu cukup baik. Tahun ini kita fokus memperkuat patroli lapangan, kesiapan peralatan, pemantauan satelit, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.

Pemprov Kalbar juga mengintensifkan koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan instansi lainnya, termasuk masyarakat peduli api (MPA), untuk mempercepat respons terhadap potensi kebakaran. Selain itu, pendekatan berbasis teknologi seperti penggunaan dashboard pemantauan hotspot, sistem informasi geospasial, serta drone pengawas, akan terus ditingkatkan.

Langkah lain yang tengah disiapkan adalah penguatan regulasi dan sanksi terhadap pembakaran lahan ilegal, termasuk keterlibatan perusahaan-perusahaan besar di sektor perkebunan untuk turut aktif menjaga kawasan konsesinya dari titik api.

Baca Juga :   PERKUAT Penanganan Terpadu Tanggulangi Karhutla

“Penanggulangan karhutla butuh kerja kolektif. Kita butuh peran masyarakat, dunia usaha, dan sinergi pemerintah dari tingkat desa hingga pusat,” kata Ria Norsan, dilansir ANTARANews.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar mencatat, sejak awal 2025 hingga Juli, telah terjadi 54 kejadian karhutla dengan luas terdampak sekitar 1.200 hektare, jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, potensi tetap tinggi di wilayah rentan seperti Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Sambas, dan Kapuas Hulu.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga berkomitmen memberikan dukungan berupa anggaran, helikopter water bombing, serta pelatihan terpadu dalam pengendalian karhutla kepada daerah-daerah prioritas termasuk Kalbar.

“Dengan masuknya Kalimantan Barat sebagai provinsi prioritas nasional, diharapkan tata kelola pengendalian karhutla di daerah ini semakin kuat, terstruktur, dan berdampak nyata dalam menjaga ekosistem hutan serta kualitas udara dan kehidupan masyarakat,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
MEMPRIHATINKAN! 4 Orang Utan Terjebak Karhutla
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca