JULUKAN VENESIA dari Timur untuk Banjarmasin Mulai Pudar Gegara Sungai Martapura Tercemar

- Penulis

Jumat, 24 September 2021 - 22:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesiaJulukan The Venice from Eastern atau Venice/Venesia dari Timur yang disematkan kepada Kota Banjarmasin oleh orang Eropa di masa penjajahan memang pantas diberikan.

Bukan tanpa alasan, Sejarawan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Mansyur menjelaskan, daerah yang saat ini menjadi Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini memang memiliki magnet yang kuat bagi para penjajah.

Saat dibincangi awak media, Mansyur menceritakan bahwa pada masa lalu sejak masa Hindia Belanda, keindahan Kota Banjarmasin dengan sungainya selalu mengandung daya magnet yang kuat.

Begitu orang-orang Eropa mengunjungi Ibukota Borneo ini, mereka disuguhkan keindahan dan kultur budaya yang menawan.

Terlebih lagi, dengan moda transportasi seperti armada kapal Eropa membuat orang-orang kulit putih itu bisa mencatat geliat kehidupan Tanah Banjar.

“Wajar jika akhirnya, ketika orang-orang Benua Biru itu menyanjung Banjarmasin dengan sebutan The Venice from Eastern atau Venice/Venesia dari Timur,” jelas Mansyur.

Bertandang ke Tanah Banjar, orang-orang Eropa melihat Banjarnasin layaknya sedang berkunjung ke Venesia.

Jika kota maritim di negeri Italia itu terkenal dengan gondolanya, maka Borneo di era tempo dulu memiliki perahu yang tak kalah indah bernama jukung tambangan dilengkapi pasar terapung (floating market) yang sudah ada sejak 400 tahun yang lalu.

Baca Juga :   WAKET KOMISI VII DPR RI: Anyaman-Sasirangan Kalsel harus Didukung Go-International

Dalam perkembangannya Banjarmasin masa kini simbol sebagai venesia memudar. Sungai-sungai yang dulu membelah bagian-bagian di seluruh kota Banjarmasin berubah menjadi daerah permukiman penduduk.

Kendati demikian, Mansyur tidak menepis bahwa sungai-sungai yang menjadi daya tarik bagi para pendatang asal benua Eropa tersebut masih ada.

“Tapi, kondisinya sangat memprihatinkan karena masalah-masalah kotor, tercemar dengan limbah keluarga, timbunan sampah, limbah industri, tersumbat sampah, dan sebagainya,” keluhnya.

Selain itu sungai-sungai tidak dapat difungsikan lagi sebagaimana mestinya, seperti untuk menampung air hujan, untuk sarana transportasi, atau bahkan untuk kepentingan rekreasi (wisata sungai).

Walaupun demikian muncul titik terang ketika di masa kepemimpinan Wali Kota Ibnu Sina selama dua periode mulai menggaungkan “kembali ke alam” (back to nature) atau “kembali ke sungai” (back to river) dengan normalisasi sungai.

Menurutnya, Banjarmasin masa depan perlu merevitalisasi kembali Banjarmasin sebagai memperkuat identitas kota sungai.

Ia menilai, perlu upaya meningkatkan apresiasi dan kepedulian masyarakat Kalimantan Selatan dimantapkan dengan cara pemanfaatan sekaligus pelestarian sumber budaya sungai tersebut, terutama yang bernilai ekonomi untuk pariwisata.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JUMIATI PINGSAN dan Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Melihat Rumahnya Diamuk “Jago Merah”
KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi
KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel
TEKAN ANGKA KECELAKAAN, Kakorlantas Resmikan Beroperasinya “Safety Driving Center” di Mapolda Kalsel
EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”
DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027
SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel
BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 13:23

JUMIATI PINGSAN dan Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Melihat Rumahnya Diamuk “Jago Merah”

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 22:16

TEKAN ANGKA KECELAKAAN, Kakorlantas Resmikan Beroperasinya “Safety Driving Center” di Mapolda Kalsel

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Selasa, 7 April 2026 - 21:50

SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Selasa, 7 April 2026 - 19:04

BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pesut. (Dok Yayasan Konservasi RASI)

Kaltara

POPULASI PESUT di Bulungan tak Sampai 100 Ekor

Rabu, 8 Apr 2026 - 23:38

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca