JADI PERTANYAAN Menggelitik dan Unik , “Tajun ka Politik”

- Penulis

Jumat, 7 Juli 2023 - 11:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Noorhalis Majid

SuarIndonesia – Unik, kata “tajun” dalam ungkapan Banjar memiliki beberapa makna. Tidak sama dengan “terjun” dalam bahasa Indonesia.

Sering kali, “tajun” dimaknai dengan lari atau pergi meninggalkan tempat tanpa memberi tahu. Pergi jauh, bukan untuk kembali atau sesaat saja.

Biasanya karena ada masalah, atau bisa pula karena kecewa, lalu nekat mengambil keputusan pergi menjauh – sejauh jauhnya.

Ada yang mengilustrasikan, “tajun” itu seperti pergi dari pintu belakang rumah atau bahkan dari jendela.

Sedangkan padanan kata yang maksudnya kurang lebih serupa, yaitu madam, adalah pergi jauh melalui pintu depan, lengkap dengan segala bekal dan do’a restu.

Madam, tindakan sadar yang diketahui. Sedangkan “tajun”, tidak diketahui, bahkan tidak ingin diketahui oleh siapapun. Madam, membanggakan. sedangkan “tajun”, memalukan.

Makna lainnya, “tajun” bisa pula berarti tindakan melompat tanpa tahu resiko dan konsekuensi yang akan diterima. Sebab kepepet karena ada bahaya, terpaksa melompat dari tempat tinggi dan setelah itu tidak tahu resiko yang terjadi.

Baca Juga :   PESTA DEMOKRASI Jangan Sampai Timbulkan Luka

Sepertinya, semua yang disebut “tajun”, tidak memikirkan apa pun yang akan terjadi atas tindakan nekat dilakukan.

Dihadapi sejadi-jadinya. Entah itu sakit – senang, sedih atau bahagia, ditanggung tanpa kecewa, apalagi mengeluh. Pasrah, itulah konsekuensi “tajun”.

Bagaimana kalau “tajun” ka politik? Maka “tajun” dimaksud, seperti memasuki ruang yang tidak diketahui sama sekali.

Resiko dan konsekuensi, diterima sejadi-jadinya, yang penting keputusan dan tekad sudah diambil, setelahnya pasrah atas apa pun yang terjadi.

Pertanyaan menggelitik, apakah lebih banyak yang “terjun” atau “tajun”?

Terjun, berarti dengan segala kesadaran, pengetahuan, bekal pengalaman dan persiapan matang.

Sedangkan “tajun”, dilakukan dengan nekat, bahkan tanpa berpikir resiko. Lajimnya orang nekat, biasanya “kada balampu”, rabas tarus. (**)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEMERINTAH, Gaduh Oleh Ulah Sendiri
MELAYANI dengan Kearifan Lokal, Bertumbuh di Era Digital
PENGADAAN MOBIL Listrik yang “Menyengat” Warga Miskin
KEBUDAYAAN Banjar dengan Ungkapan “Dipintarinya”
ANALISISI DAN PERSPEKTIF Keadilan dan Hak Asasi Manusia Kasus Pembunuhan Zahra Dilla
MOTIVASI “Anak Punai Rajawali”
ULAH SADAR Menuai Bencana
PENGELOLAAN dan Pengaturan Pembukaan Lahan Gambut : Antara Larangan Pembakaran dan Kearifan Lokal di Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:37

SEPAKAT Bentuk Pansus, DPRD Kalsel : Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:28

AKSI RATUSAN SOPIR Truk Menuntut Ketersediaan Solar Bersubsidi di DPRD Tabalong

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:13

PERGERAKAN PUNCAK HAJI, Enam Jemaah Embarkasi Banjarmasin Diikutkan Safari Wukuf

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:37

SPN POLDA KALSEL Implementasikan Standar Internasional ISO 21001:2018

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:22

TERDUGA KAWANAN PREMAN di SPBU Resahkan Sopir Truk, Digiring Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca