INTERNATIONAL WOMEN’S DAY 2021, Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus

- Penulis

Senin, 8 Maret 2021 - 18:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) yang diperingati oleh belasan mahasiswa lintas universitas dan perguruan tinggi di Kota Banjarmasin menyoroti maraknya kekerasan seksual yang dialami perempuan di Kalsel.

Dengan membentangkan karton bertuliskan berbagai macam tuntutan yang rata-rata berasal dari suara hati kaum perempuan, para mahasiswa tersebut berjejer rapi di tengah persimpangan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (8/3/2021) siang.

Koordinator aksi, Rizki Anggarini Santika Febriani membeberkan bahwa di Kalimantan Selatan sendiri memang kekerasan terhadap perempuan tidak begitu banyak terdata secara resmi.

Kendati demikian, ia mengaku dari hasil riset yang ia lakukan tersebut terkait kekerasan pada perempuan di beberapa kampus memang masih marak terjadi. Hanya saja kasus tersebut seakan tenggelam lantaran mahasiswi yang jadi korban kekerasan seksual itu takut untuk membukanya.

“Mereka (mahasiswi korban kekerasan) gak melaporkannya, kalaupun lapor mereka bingung mau laporkan ke mana,” ucapnya saat dibincangi awak media di lokasi jalannya aksi.

Menurutnya, para mahasiswi korban kekerasan hanya bisa menceritakan kejadian yang dialaminya kepada teman dekat. Sehingga apa yang mereka sampaikan sekedar curhat.

“Mereka sifatnya hanya curhat, tidak melaporkan ke lembaga resmi layanan perlindungan perempuan seperti LP2TP2A atau ke Komnas Perempuan sendiri,” ungkapnya.

Kejadian kekerasan yang dialami mahasiswi tersebut masih dianggap sebagai hal yang memalukan atau aib. Sehingga tabu untuk diungkapkan dan memilih untuk menanggungnya sendiri.

Terlebih di era digital saat ini, banyak mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual berbasis online yang dilakukan melalui chatting atau pesan singkat.

Tidak hanya itu, kekerasan gender yang berbasis online saat ini belakangan mengalami peningkatan. Misalnya saat menggunakan sosial media (sosmed) tiba-tiba ada masuk pesan menanyai harga atau dilecehkan.

Selain itu, penyebaran ancaman konten intim juga masih menjadi perhatian. Di mana ada rasa takut bagi perempuan untuk melapor, karena kerap dijadikan korban memproduksi video syur bahkan berbau porno.

Baca Juga :   OKNUM Anggota DPRD Tanbu, Kembali Dilaporkan ke Dit Reskrimum Polda Kalsel

Sehingga wanita dengan sapaan Rizki itu berharap agar pihak kampus membuka tempat khusus agar para korban kekerasan maupun pelecehan seksual bisa melaporkan kejadian yang ia alami.

“Ada wadahnya dulu yang aman untuk melapor,” tukasnya.

Pasalnya, ia menilai kebanyakan orang takut melaporkan kekerasan atau pelecehan yang dialaminya lantaran takut disalahkan dan dianggap sebagai biang atau penyebab dari perilaku yang merendahkan kaum perempuan itu sendiri.

“Stigma tentang ‘kamu sendiri sih yang pergaulannya terlalu bebas, pakaiannya yang begini begitu’ ini harus dibuang jauh-jauh dulu stigma itu,” tegasnya.

Kemudian, jika wadah untuk melaporkan sudah ada, itu pun harus ada penanganan yang jelas. Karena jika tidak ada kejelasan para korban tersebut akan merasa tidak puas, marah sendiri dan memilih untuk diam.

Di samping itu, ia menegaskan, setidaknya ada tujuh tuntutan di tingkat nasional yang turut disampaikan dalam aksi kali ini.

Di antaranya mewujudkan sistem kesehatan gratis bagi setiap orang dan bebas dari diskriminasi, upah layak untuk kerja perempuan dan mengakui kekerasan seksual sebagai pelanggaran HAM dengan mengesahkan RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual).

Sementara untuk tingkat Kalsel, pihaknya juga menyoroti angka pernikahan dini yang masih marak terjadi.

“Kalsel kami memperhatikan angka pernikahan dini yang masih tinggi. Bahkan di masa pandemi Covid-19 yang seyogianya terjadi banyak pembatalan, justru meningkat. Ini diambil berdasarkan catatan Komnas Perempuan,” ujarnya.

Lalu kurangnya perhatian yang diberikan kepada para kaum hawa saat penanganan bencana. “Di pengungsian perempuan sering tidak terperhatikan. Padahal kami sudah berjuang keras agar bisa setara dari segala hal,” pungkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi
PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder
RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko
TIM PENELITI GEMOLOGI Internasional Memperdalam Pengetahuan tentang Intan Kalsel
SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin
ALPIYA RAKHMAN Sosialisasikan Nilai Pancasila
REAKSI KERAS Ketua DPRD Kalsel atas Insiden Keracunan Siswa SMK, Awasi dan Evaluasi Ketat Program MBG
DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 23:57

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024

Selasa, 28 April 2026 - 22:54

KEMENKUM Siapkan Paralegal Perkuat Keadilan Posbankum di Desa

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Senin, 27 April 2026 - 22:28

SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin

Senin, 27 April 2026 - 17:02

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Minggu, 26 April 2026 - 23:01

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 April 2026 - 22:43

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Berita Terbaru

Madinah pada musim haji 2026. (Foto: Kemenhaj Kalsel)

Kalsel

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca