INOVASI baru Tanam Cabai Hiyung Sistem Apung di Tapin Kalsel

- Penulis

Jumat, 10 Januari 2025 - 18:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kelompok tani cabai hiyung membuat lanting sebagai media tanam dalam metode penanaman cabai hiyung apung, di  Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah,  Kabupaten Rantau Provinis Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menggunakan teknologi apung metode yang menjadi solusi efektif bagi petani yang selama ini kesulitan bercocok tanam saat musim hujan akibat lahan yang tergenang air.

Ketua Kelompok Tani Cabai Hiyung, Junaidiupaten Tapin, Jumat (10/1/2025), mengatakan inovasi ini melibatkan petani muda setempat untuk mengembangkan dan memanfaatkan bambu sebagai media utama.

“Bambu tersebut dibuat menjadi lanting nanti di atas lanting itu kami tambahkan sedikit tanah, lalu ditanam bibit Cabai Hiyung,” ujar Junaidi.

Iai menjelaskan delapan petani dikerahkan untuk menyelesaikan 30 lanting selama sepekan proses pembuatan lanting telah dimulai dari Selasa (7/1/2025).

“Setelah lanting selesai proses penanaman hanya memerlukan waktu dua hari dalam satu lanting bisa ditanam 90 pohon cabai, kalau ada 30 lanting totalnya 2.700 tanaman Cabai Hiyung,” katanya.

Ia menambahkan kalau dihitung luas lahan, 30 lanting dengan total 2.700 pohon itu setara dengan setengah hektare lebih.

Junaidi menyebutkan metode ini lahir dari kebutuhan mendesak selama musim hujan, petani di Desa Hiyung sering kali tidak dapat menanam cabai sehingga suplai Cabai Hiyung menjadi kosong di pasaran.

“Dengan metode apung ini kami yakin kebutuhan Cabai Hiyung dapat terpenuhi sepanjang tahun, termasuk saat musim hujan,” ucapnya.

Baca Juga :   TIGA MAHASISWA UNUKASE yang Meninggal Dunia Kecelakaan Adalah Penerima Beasiswa KIP Kuliah Angkatan 2023

Dia mengatakan kalau hasilnya bagus nanti akan dikembangkan lebih luas lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Tri Asmoro menilai metode cabai apung memiliki potensi besar tetapi tetap memerlukan kajian lebih lanjut.

“Kami akan mengevaluasi dari segi pembiayaan dan keuntungannya bersama petani,” ujarnya.

Ia mengatakan jika terbukti berhasil dan menguntungkan Dinas Pertanian siap memberikan bantuan untuk mendukung metode ini pada masa mendatang.

Tri Asmoro menambahkan metode apung ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan produksi cabai saat musim hujan.

“Dengan metode ini, petani tidak lagi terkendala oleh lahan yang terendam agar produksi bisa terus berjalan dan stok Cabai Hiyung di pasaran tetap terus stabil,” katanya dikutip Antara.

Jika metode ini sukses, kata dia, bukan tidak mungkin Desa Hiyung akan menjadi pelopor dalam teknologi bercocok tanam apung di Indonesia. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun
RUMAH SEWAAN di Rawasari Terbakar, Sebuah Motor Turut Hangus
KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla
HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel
OMC Semai Tiga Ton Garam
WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:51

PARIPURNA Penjelasan Raperda APBD 2027, Postur Pendapatan Dianggarkan 8 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 14:44

RUMAH SEWAAN di Rawasari Terbakar, Sebuah Motor Turut Hangus

Rabu, 9 September 2026 - 00:24

KEPEDULIAN ARUTMIN, Sejak Awal Turut Bergerak Penanganan Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:28

OMC Semai Tiga Ton Garam

Selasa, 8 September 2026 - 13:03

WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC

Senin, 7 September 2026 - 23:17

OIKN: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Bukit Tengkorak

Senin, 7 September 2026 - 21:49

SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca