HONORER AKUI, Berat Jika Harus Pilih Outsourcing

- Penulis

Minggu, 5 Juni 2022 - 22:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Tahun 2023 mendatang, pegawai honorer resmi dihapus pada seluruh instansi pemerintahan. Hal itu menyusul dengan adanya surat bernomor B/185/M.SM.02.03/2022 yang diterbitkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, pada 31 Mei tadi.

Di Pemko Banjarmasin, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku perlu hati-hati menyikapi adanya aturan itu. Lantaran sangat sensitif.

Ibnu mengatakan, dirinya sudah memerintahkan Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, untuk menelaah lebih jauh adanya aturan Menteri PANRB itu.

“Kalau memang aturan mengharuskan hanya outsourcing, maka dari sekarang kami mesti harus memilih dan memilah,” ucapnya saat ditemui awak medua belum lama tadi.

“Kalau honorer yang ada misalnya lulusan perguruan tinggi. Kemudian ada penerimaan P3K dan CPNS, mungkin yang bersangkutan tentu bisa mendaftarkan diri. Jadi, fleksibel saja,” jelasnya.

Lebih jauh, Ibnu mengakui, jika disuruh memilih, ia lebih mudah mengelola pegawai yang ada (berstatus honorer).

Meskipun menurutnya, ada pula pegawai yang direkrut melalui pihak ketiga atau melalui penyedia jasa alias outsourcing.

“Tidak ada hak sekian tahun mereka (honorer) mesti jadi PNS dan sebagainya. Bila outsourcing, kita harus bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal kontrak penyedia jasa untuk pelayanan atau tenaga ahli. Kalau diputus kontrak, urusannya dengan penyedia jasa,” tambahnya.

“Tapi pemutusan kontrak itu, tentu merugikan dan tak enak dengan tenaga kerjanya. Jadi, sekarang ini kami masih perlu melihat dan menunggu dulu,” tutupnya.

Baca Juga :

PENTINGNYA Pegawai Honorer di Pemko Banjarmasin, Masih Dianalisa

Diberitakan sebelumnya, dihapuskannya pegawai honorer membuat pemerintah daerah harus mengambil langkah selanjutnya. Tak terkecuali, Pemko Banjarmasin.

Baca Juga :   POKDARWIS di Balangan Diberi Pelatihan dan Simulasi Rescue

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengaku perlu menggelar rapat terlebih dahulu bersama instansi terkait juga pimpinan, menyikapi persoalan itu.

“Pak Sekdako Banjarmasin, sudah menginstruksikan. Pertama, yang dilakukan adalah mendata berapa jumlah seluruh honorer Pemko Banjarmasin,” jelasnya.

“Selama ini ada datanya, tapi selalu berubah ketika ada anggaran. Kemudian, karena mekanisme honorer ini berada di SKPD masing-masing,” tambahnya.

“Makanya saat ini kami kumpulkan dulu datanya. Kemudian, baru kami rapatkan untuk arah kebijakannya bersama dengan pimpinan,” lanjutnya.

Hal itu diungkapkan Totok juga bukan tanpa alasan, secara pribadi ia menilai bahwa ada kemungkinan penghapusan honorer tidak semua bisa dilaksanakan. Contohnya untuk honorer guru.

“Kalau tidak ada honorer guru siapa yang mengajar? Artinya, masih ada kemungkinan perbedaan penerapan. Walau pun untuk guru PPPK-nya berjumlah 1.300, yang pensiun tiap tahunnya kan juga banyak. Ada ratusan tiap tahun,” jelasnya.

Menurutnya, data itu belum termasuk dengan pegawai honorer yang berada di bidang kesehatan. Pasalnya, di dua SKPD itu, menurut Totok, pegawai honorer tentu masih masih sangat diperlukan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif
KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku
1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin
RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar
KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare
PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel
DUGAAN SUAP Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca