SuarIndonesia — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) jenjang pendidikan SMP-SMA mulai tanggal 21-27 Juli dengan pengumuman hasil seleksi pada tanggal 3 Agustus.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta masyarakat untuk mengikuti informasi tersebut melalui kanal resmi yang disediakan oleh Kemendikdasmen guna menghindari salah informasi maupun penipuan.
“Masyarakat kami minta untuk dapat mengikuti informasi melalui kanal resmi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan portal resmi SNT. Tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar ketentuan resmi,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Lebih lanjut Mendikdasmen menjelaskan beberapa tanggal penting terkait pelaksanaan SPMB SNT yang tengah berlangsung, yakni tahapan pengumuman dan sosialisasi pendaftaran berlangsung tanggal 21-24 Juli, tahapan pendaftaran berlangsung tanggal 21-27 Juli, tahapan proses seleksi berlangsung tanggal 27-31 Juli.
Pada tahapan proses seleksi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan calon murid baru SNT akan mengikuti seleksi administrasi maupun skolastik.
Kemudian pihaknya akan mengumumkan hasil seleksi SPMB SNT pada tanggal 3 Agustus dan meminta calon murid baru yang telah lolos seleksi untuk melakukan daftar ulang pada tanggal 4-7 Agustus.
Adapun rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk murid baru SNT dimulai pada tanggal 10 Agustus.
Sementara terkait mekanismenya, Kemendikdasmen telah menyiapkan dua skema SPMB guna menjaring 80 calon murid berprestasi pada jenjang pendidikan SMP dan SMA untuk sekolah unggulan tersebut.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan calon murid baru SNT adalah mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kabupaten/kota penyelenggara SNT, sehingga tahapan SPMB dibuat oleh tim khusus di tingkat nasional dan bukan pemerintah daerah.
Untuk tahun pertama, lanjutnya, Kemendikdasmen hanya akan menerima 40 calon murid baru SNT jenjang pendidikan SMP dan 40 calon murid baru SNT jenjang pendidikan SMA, dengan masing-masing jenjang hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) atau kelas.
Siapkan beragam fasilitas Sekolah Terintegrasi Nasional
Kemendikdasmen siap membangun beragam fasilitas pada Sekolah Nasional Terintegrasi guna menghadirkan layanan pendidikan berkualitas yang lebih dekat kepada peserta didik.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, mulai dari minat, bakat, karakter, hingga talenta, agar berkembang secara optimal.
“SNT bukan sekedar pembangunan sekolah baru. SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, sekaligus mengembangkan potensi minat, bakat, karakter, dan talenta anak secara optimal,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Karena itu pihaknya siap menyediakan sejumlah fasilitas pada setiap SNT, antara lain penyediaan smart classroom dan green school, dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan yang aman untuk peserta didik, modular dan fleksibel untuk berbagai metode pembelajaran, serta menggunakan teknologi di kelas.
Gabungkan kurikulum nasional dan lokal
Kemendikdasmen siap menggabungkan kurikulum nasional sebagai fondasi dengan kurikulum kekhasan sekolah dan kurikulum berbasis konteks lokal pada Sekolah Nasional Terintegrasi.
Abdul Mu’ti mengatakan kurikulum Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang untuk menguatkan kemampuan murid pada bahasa asing, penguasaan teknologi digital dan wawasan global, dengan tetap berkarakter dan berakar pada nilai serta budaya luhur Bangsa Indonesia.
“Pembelajaran Sekolah Nasional Terintegrasi menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan bahasa asing, penggunaan teknologi digital, wawasan global, budaya dan kearifan lokal, dan potensi daerah. Kami ingin anak-anak memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berkarakter dan berakar pada nilai-nilai dan budaya luhur Bangsa Indonesia,” kata Mu’ti di Jakarta.
Siapkan rekrutmen guru PNS Sekolah Nasional Terintegrasi
Sementara itu, dilansir dari Antara, Kemendikdasmen juga tengah menyiapkan rekrutmen guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusat untuk mengisi formasi pada Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Abdul Mu’ti mengatakan proses rekrutmen akan dilakukan secara bertahap, dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh calon guru pelamar.
“Gurunya nanti PNS, kepala sekolahnya PNS. PNS pusat, tapi nanti proses seleksinya juga bertahap,” kata Mendikdasmen.
Lebih lanjut Mendikdasmen menjelaskan beberapa kriteria yang harus dimiliki calon guru pelamar, antara lain memiliki kualifikasi pendidikan minimal jenjang S1, dengan pengutamaan bagi mereka yang memiliki kualifikasi pendidikan jenjang S2/S3, menguasai bahasa asing yang ditunjukkan dengan hasil tes sertifikasi kebahasaan berstandar, seperti TOEFL.
Selain itu pihaknya juga mengutamakan para calon guru pelamar yang pernah memiliki sertifikat pelatihan atau lokakarya terkait pendidikan, memiliki kemampuan penguasaan teknologi pembelajaran, kemampuan komunikasi, kreatif, serta kemampuan manajemen kelas.
Para calon guru yang lolos seluruh tahap rekrutmen, lanjut dia, wajib mengikuti pelatihan selama 2,5 bulan yang terdiri dari kegiatan lokakarya selama 1,5 bulan dan kegiatan internship in class (magang di kelas) selama 1 bulan.
Pada tahap lokakarya, kata Mendikdasme, calon guru akan mengikuti pelatihan secara tatap muka dan menerima materi pelatihan sesuai kebutuhan guru per jenjang pendidikan, sementara tahap internship in class akan mewajibkan calon guru untuk mengimplementasikan materi lokakarya dalam proses pengajaran di sister school serta mengikuti pengayaan secara berkala sebagai bagian dari evaluasi.
Pada kesempatan yang berbeda Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan para guru Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan rekrutmen baru, sehingga proses rekrutmen akan dilakukan secara bertahap hingga seleksi CPNS resmi dibuka.
“Rekrut baru, cuma untuk masa transisi kita penuhi gurunya sampai ada seleksi CPNS,” kata Nunuk. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















