Hj Shinta Nuriyah Ajak Rajut Kembali Tali Persaudaran

Hj Shinta Nuriyah Ajak Rajut Kembali Tali Persaudaran

Suarindonesia – Istri Presiden ke 4 Dra Hj Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid mengajak insan pers Banua bersama-sama menjaga kondisi keamanan dengan tidak menyebarkan kebencian dan hoaks.

Hal itu disampaikan pada acara
Sahur bersama H Rudy Ariffin & Jurnalis se-Kalsel serta Sahur Keliling 2019 Hj Shinta Nurisyah Abdurahman Wahid, di Hotel Grand Dafam Syariah Banjarbaru, Minggu (25/05/2019).

Acara sedikitnya dihadiri sekitar 500 jurnalis dari berbagai media, baik media cetak, elektronik, maupun online di Kalsel semakin hangat mana kala dihadirkan Ibu Hj Shinta Nuriyah istri mantan Presiden RI ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kehadiran Ibu Shinta memberikan kesan tersendiri tentunya bila dibanding sahur bersama tahun lalu. Apalagi Ibu Shinta mendapat kesempatan memberikan tausiah agama dan nasehat tentang persatuan masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya Rudy mengaku kegiatan sahur bersama wartawan se Kalsel itu selau dilaksanakan setiap tahunnya sejak dirinya menjabat gubernur dan hingga sekarang ini. Ia bersyukur bisa bersilaturahmi lagi bersama rekanan media.

Bagi Rudy, media banyak berperan dalam membangun daerah, melalui pemberitaan yang bermanfaat. Itu terbukti semasa dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi Kalsel.

“Jurnalis sangat berperan dalam pembangunan daerah dan Alhamdulillah tahun ini bisa bersilaturahmi lagi bersama rekan wartawan,” tuturnya.

Ia berharap, media tetap sama yang ia kenal yakni selalu memberikan berita yang berimbang, mengedukasi masyarakat dan mengkritisi guna pembangunan daerah ini.

“Saya minta jurnalis Kalsel tidak berubah dan tetap memberikan informasi yang berimbang bertanggung jawab,” ucapnya.

Di kesempatan ini, Hj Shinta Nuriyah atau sering dipanggil ibu Gus Dur ini menyampaikan bahwa kegiatan sahur bersama ini, sering dia lakukan bersama mulai dari kaum duafa, para tukang becak, pemulung bahkan sampai bersahur berdekatan dengan lokasi sampah di mana pemulung-pemulung tersebut berada.

Dia mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk merajut kembali rasa kebangsaan kita yang mulai lemah dengan memadamkan api atau virus-virus kebencian yang masih ada di hati manusia.

Karena, katanya, puasa membawa ajaran moral dan budi pekerti yang luhur tentang kesabaran, kejujuran serta persaudaraan sesama baik sesama maupun antarumat beragama.

Begitu juga HM Rudy Ariffin saat diwawancarai sejumlah wartawan, mengingatkan apa yang disampaikan Hj Shinta Nuriyah bahwa untuk merajut kembali rasa kebangsaan kita dalam tegaknya NKRI.

”Mari kita rajut nilai kebersamaan, nilai persatuan agar bangsa kita khususnya Banua kita kalsel sehingga dapat membangun lebih baik lagi kedepannya,” ujar mantan Gubernur Kalsel dua periode ini.(SU)

 264 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: