SuarIndonesia — Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan seluruh masyarakat yang ada di provinsi setempat wajib menjunjung tinggi Falsafah Huma Betang dalam kehidupan sehari-harinya.
“Falsafah Huma Betang ini harus kita jaga apapun taruhannya,” tegas Agustiar saat dihubungi dari Palangka Raya, Senin (21/7/2025).
Pernyataan ini dia tegaskan, menanggapi informasi yang ramai beredar di media sosial tentang adanya dugaan penolakan pembangunan rumah ibadah di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Siapa pun yang berani melawan Huma Betang, berarti berlawanan dengan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) ataupun gubernur,” tegas Gubernur Agustiar dilansir dari ANTARANews.
Falsafah Huma Betang merupakan nilai luhur yang terkandung dalam rumah adat suku Dayak (Huma Betang) yang menjadi landasan hidup masyarakat Dayak.
Falsafah ini menekankan pada kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, dan toleransi dalam keberagaman. Oleh karenanya, seperti dugaan penolakan pembangunan rumah ibadah, tentu bertentangan dengan Falsafah Huma Betang tersebut.
Agustiar pun yang juga merupakan Ketua DAD Kalteng ini meminta kepada semua pihak untuk bisa saling menghormati, dan saling menjaga.
“Semua pihak harus mampu bersikap arif dan bijaksana,” pinta gubernur.
Dia pun meminta kepada masing-masing pemangku kepentingan di tiap daerah dapat mengimplementasikan Falsafah Huma Betang, termasuk di wilayah Kotim agar dapat segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Agustiar menekankan, pihaknya pun tidak akan ‘menutup mata’ terkait permasalahan ini, dan akan segera memanggil para pihak terkait untuk bisa segera menyelesaikannya.
Gubernur Kalteng ini pun mengingatkan kepada semua pihak tentang pentingnya saling bersinergi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karenanya semangat persatuan dan kesatuan harus benar-benar dijaga serta mampu diimplementasikan dengan benar. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















