GERAKAN Jangan Panik Digelorakan Biddokes Polda Kalsel, Inilah Diungkapkan dr Erwinn

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2020 - 22:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Gerakan jangan panik digelorakan Biddokes Polda Kalsel, dan sarankan memahami dulu apa itu virus Corona.

“Tidak boleh panik, tapi harus tetap waspada. Jangan saling borong barang apa yang ditentukan dalam pencegahan tersebut,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel), Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim, MARS, M.H.Kes.

Itu ketika, disela mengikuti Vicon antara Kapusdokkes Polri dengan Kabiddokkes jajaran di Monitoring Centre Mapolda Kalsel, Kamis (5/3).

Kegiatan vicon dihadiri pula pejabat Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Ahli Madya Biddokkes Polda Kalsel dan seluruh pejabat struktural Biddokkes dan rumah sakit setempat

Ia mengimbau masyarakat agar melakukan gerakan jangan panik dan harus paham dulu apa itu virus corona.

Diketahui, virus corona kategorinya adalah penyakit self limited disease.

Artinya pada saat penyakit ini menyerang seseorang namun daya tahan orang itu bagus maka penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya.

“Dan hingga saat ini belum ada vaksin penangkalnya,” ujarnya.

Ketika itu, beberapa upaya telah jajaran telah dilakukan Pusdokkes terhadap pengendalian dan pencegahan virus baik secara internal maupun eksternal.

“Semua kiat tetap sehat agar terhindar dari virus covid-19 ini,” ujarnya.

Ada materi disampaikan Kombes Pol Yahya, Sp.P) tentang tata penanganan terhadap pasien dengan status  pengawasan, pemantauan dan yang positif virus covid-19 di rumah sakit dan pra rumah sakit.

Tata laksana pengamanan diri (APD) sebagai petugas medis dan paramedis yang menangani, perawatan dan pengobatan terhadap pasien yang terinfeksi.

“Budayakan gerakan cuci tangan yang benar. Pastinya nanti membuat konten-konten ke masyarakat dengan tujuan menyejukan/tidak panik,” jelas dr. Erwinn.

Baca Juga :   KORBAN MAFIA TANAH Bacakan Surat Terbuka untuk Kapolri

Lebih lanjut ia mengatakan, virus corona sangat berbahaya pada kasus-kasus seperti orang dengan usia lanjut yang daya tahan tubuhnya menurun.

Orang-orang dengan penyakit penyerta atau dalam istilah medis adalah komorbid yaitu diabetes, TBC, paru berikutnya, dan kelainan jantung.

“Pada orang dengan kasus seperti itu maka harus waspada, begitu ada gejala tambahan pernah bersentuhan dengan pasien-pasien yang dicurigai menderita Virus Corona maka harus segera menemui fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk dilakukan pengecekan dan pengobatan sesegera mungkin,” terang Erwinn Zainul.

Penyakit ini sambung dia ditularkan melalui lendir yang keluar dari pasien yang terinfeksi kemudian disemprotkan kepada orang didekatnya dengan jarak antara 1 meter sampai 2 meter.

Lalu orang itu menghirup sehingga virusnya masuk kedalam tubuh.

Covid-19 bukan kategori penyakit dengan Airborne disease, artinya penyakit ini akan mati ketika tidak memiliki tempat tinggal.

Karena itu dr Erwinn Zainul mengingatkan masyarakat bahwa yang menggunakan masker penutup mulut adalah pasien Covid-19 bukan bagi mereka yang takut tertular.

“Menggunakan masker itu pasien, tenaga medis seperti dokter atau perawat yang sedang mengobati pasien dicurigai terkena COVID-19,” jelasnya .

Terkait juga aksi borong jahe , Kabiddokkes menegaskan jahe bukan obat untuk Covid-19.

Pola hidup sehat diantaranya selalu mencuci tangan yang bersih sebelum tangan menyentuh wajah, berolah raga yang cukup serta makan makanan dan minuman yang sehat. (ZI)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PATROLI KHUSUS di Kawasan Mulawarman Pencegahan Aksi Balap Liar
DIKUKUHKAN GELAR DOKTER pada Kapolda Kalsel dan Istri bersama Ribuan Wisuda ULM
MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru
RIBUAN KARATE asal Kalselteng Berjuang ke Tingkat Nasional maupun Internasional di Laga Piala Pangdam XXII/TB
KASUS KORUPSI PETRAL: Kejagung Tetapkan 7 Tersangka, Termasuk Riza Chalid
DUA KABUPATEN di Kalsel Butuh Pendekatan Khusus Kelola Sampah
JUMIATI PINGSAN dan Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Melihat Rumahnya Diamuk “Jago Merah”
KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 23:26

DIKUKUHKAN GELAR DOKTER pada Kapolda Kalsel dan Istri bersama Ribuan Wisuda ULM

Kamis, 9 April 2026 - 20:41

SKEMA HAJI tanpa Antrean Dikaji

Kamis, 9 April 2026 - 00:00

PRESIDEN PRABOWO: Tertibkan SPPG Jalankan MBG tak Sesuai Juknis

Rabu, 8 April 2026 - 23:22

KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 19:58

BIAYA HAJI 2026 Turun Rp2 Juta

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 22:04

KEPALA BNN Usulkan Vape Pelarangan dalam RUU Narkotika dan Psikotropika

Berita Terbaru

Internasional

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:33

Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja  ke Banjarbaru, yakni di Kelurahan Guntung Damar, Kamis (9/4/2026). (SuarIndonesia/Ist)

Headline

MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:23

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca