GENANGAN di Sejumlah Jalan, Air Kiriman Jadi Penyebab Luapan Sungai Martapura

- Penulis

Senin, 28 Maret 2022 - 22:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Belakangan ini beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin kembali tergenang air akibat tingginya permukaan Sungai Martapura.

Di balik terjadinya genangan ini, ternyata ketinggian air pasang Sungai Martapura justru dalam keadaan normal. Bahkan tidak terjadi hujan curah tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Hal tersebut dibeberkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Hizbul Wathoni.

Menurut Thoni, biasanya dua faktor itulah yang menyebabkan terjadinya genangan di sejumlah kawasan.

“Karena data telemetri masih aman. Air pasang Sungai Martapura ada di kisaran 2,1 sampai 2,2 meter. Dan kondisi ini diprediksi sampai tanggal 30 Maret nanti. Setelah itu turun lagi 2,0 meter,” ucapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Senin (28/03/2022) siang.

Karena itulah, Thoni mengakui bahwa ketinggian air Sungai Martapura memang mengalami tambahan debit, akibat kiriman dari daerah hulu yang dinilainya cukup tinggi.

Baca Juga :

MASALAH KLASIK Banjarmasin di Kala Musim Hujan, Genangan Air

“Kondisi itu yang mengisi ke sungai-sungai kita. Jadi kalau dilihat muka air yang ada saat ini seperti kisaran 2,4 sampai 2,5 meter,” jelasnya.

Kendati demikian, ia mengaku masih bersyukur dengan kondisi yang terjadi saat ini, lantaran tak separah banjir di awal tahun 2021 silam.

Baca Juga :   SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

“Beruntungnya kiriman air dari hulu ini tidak sebesar awal tahun 2021 lalu. Dan pasang sungai kita tidak terlalu tinggi. Jika tidak dampaknya pasti lebih luas lagi,” ungkapnya.

Ia memprediksi, puncak pasang sungai air Martapura diprediksi justru terjadi pada Mei nanti. Kisarannya diatas 2,5 meter.

“Semoga pada saat itu curah hujan tinggi tidak terjadi lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji membenarkan bahwa memang terjadi peningkatan permukaan air sungai yang berakibat terendamnya beberapa wilayah.

“Kondisi air pasang mulai sekitar pukul 2 siang. Tapi pukul 4 sore sudah mulai terjadi penurunan,” jelasnya singkat tanpa menjelaskan secara rinci terkait daerah mana saja yang terdampak. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18