GAJI Tentara-Polisi Dipotong, Papua Nugini Rusuh

- Penulis

Kamis, 11 Januari 2024 - 01:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa yang terlibat rusuh menjarah pertokoan di Port Moresby, Papua Nugini. [AFP/Andrew Kutan]

Massa yang terlibat rusuh menjarah pertokoan di Port Moresby, Papua Nugini. [AFP/Andrew Kutan]

SuarIndonesia — Perselisihan soal gaji tentara dan polisi Papua Nugini memicu unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di ibu kota Port Moresby. Kerumunan massa yang marah membakar mobil polisi di luar kantor Perdana Menteri (PM) Papua Nugini.

Seperti dilansir detikNews dari AFP, Rabu (10/1/2024), para tentara, personel kepolisian dan para staf penjara setempat menggelar unjuk rasa damai pada Rabu (10/1) pagi waktu setempat, setelah menyadari gaji mereka dipotong tanpa penjelasan.

Namun pada Rabu (10/1) sore waktu setempat, kerusuhan pecah dan menyebar hingga ke seluruh wilayah Port Moresby. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan massa menjara toko-toko dan para personel kepolisian berusaha memulihkan ketertiban.

“Sangat disayangkan situasinya menjadi seperti ini, sangat tidak beralasan,” ucap Komisioner Kepolisian Papua Nugini, David Manning, dalam pernyataannya.

“Tapi kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengendalikan situasi di kota ini,” tegasnya.

Beberapa rekaman video menunjukkan massa yang merusuh juga berupaya menghancurkan rantai pada gerbang keamanan di luar kompleks kantor PM Papua Nugini, sebelumnya akhirnya berhasil melepaskan rantai tersebut.

Namun, menurut koresponden AFP di lokasi, massa gagal membakar pos penjagaan, dan akhirnya membakar sebuah SUV berwarna putih milik kepolisian yang diparkir di luar kompleks.

Baca Juga :   PENGUSAHA Singkawang Ditembak, Adik Diduga Jadi Inisiator

Tidak diketahui secara jelas apakah kerusuhan yang terjadi ini ada kaitannya dengan para personel pasukan keamanan yang menggelar unjuk rasa sebelumnya.

Seorang koresponden AFP yang berbasis di Port Moresby menyebut gabungan “polisi, tentara dan warga sipil” tampaknya terlibat dalam kerusuhan.

Pemerintah Papua Nugini mengatakan pemotongan gaji itu merupakan akibat dari kesalahan yang tidak disengaja dan berjanji untuk segera memperbaikinya.

“Saya ingin mengapresiasi Anda semua hari ini,” ucap Menteri Keamanan Dalam Negeri (Mendagri) Papua Nugini Peter Tsiamalili dalam pidato perdamaian untuk para demonstran sebelum kerusuhan pecah.

“Saya hanya ingin sekali lagi memastikan kepada semua polisi kita bahwa saya ada di sini untuk memastikan kesejahteraan Anda terpenuhi,” tegasnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
SEMBILAN Sarang Narkoba di Sumut Digerebek Bareksrim Polri
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
KORUPSI Dana Desa: Pasutri Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 490 Juta
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
ANGGOTA DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Tanam Sawit

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18