Dr IHYA Bawa Riset Kulit Haruan ke Australia

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikan Haruan (Gabus). (Foto: bjn.wikipedia.org)

Ikan Haruan (Gabus). (Foto: bjn.wikipedia.org)

SuarIndonesia — Nama Kalimantan Utara kembali harum di kancah sains internasional. Dr Ihya SpB FICS AIFO-K, seorang dokter bedah sekaligus ilmuwan muda asal Tarakan, terpilih mewakili Indonesia dalam forum Indonesia-Australia Youth Science Forum (IAYSF) ke-4.

Forum ini bakal digelar di Makassar pada 8-10 Desember 2025. Dalam forum yang mempertemukan ratusan akademisi muda terbaik ini, Dr Ihya membawa inovasi yang mengangkat kearifan lokal Kaltara ke panggung dunia. Ia akan menunjukkan pemanfaatan kulit Ikan Gabus (Haruan) sebagai obat luka bakar.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terhormat dapat terpilih dari ratusan akademisi muda di seluruh Indonesia. Bagi saya, ini simbol bahwa ide-ide penelitian dari daerah, termasuk Kaltara, memiliki daya saing internasional,” ujar Dr Ihya, Sabtu (6/12/2025) melansir detikKalimantan.

Dr Ihya merasa bangga, ia dapat bersaing dengan akademisi lainnya, unjuk gigi sebagai peneliti dari wilayah perbatasan. Ia menegaskan semangatnya membawa nama pemuda Kaltara untuk membuktikan, bahwa anak bangsa dari wilayah perbatasan pun mampu berkontribusi dalam inovasi kesehatan global.

ikan Haruan (Gabus) dari Kalimantan. (Foto: Istimewa)

Dalam presentasi yang akan dibawakan dihadapan delegasi Australia, Dr Ihya bakal memaparkan rancangan penelitian mengenai pemanfaatan kulit ikan gabus atau yang akrab disebut masyarakat lokal sebagai Ikan Haruan. Kulit ikan kebanggaan lokal itu sebagai biomaterial alternatif penanganan luka bakar.

“Kulit ikan gabus itu kaya akan kolagen tipe 1 dan senyawa bioaktif yang punya potensi mempercepat proses penyembuhan serta mengurangi risiko infeksi,” kata Dr Ihya.

Inovasi ini lahir dari dua alasan utama, yakni kebutuhan klinis dan kekayaan lokal. Sebagai dokter bedah, Dr Ihya kerap menemui kendala pasien luka bakar kesulitan mengakses modern dressing (balutan modern) yang harganya mahal dan seringkali harus diimpor.

Baca Juga :   DIGAGALKAN Penyelundupan 3 Kilogram Sabu

“Di sisi lain, Borneo atau Kalimantan punya solusi. Ikan haruan di sini melimpah. Secara tradisional, ikannya diyakini menyembuhkan luka karena protein albuminnya. Saya ingin menjadi jembatan yang menghubungkan kearifan lokal ini dengan metodologi ilmiah modern,” tambahnya.

Dampak dari penelitian ini diprediksi tidak hanya berhenti di meja operasi, tetapi hingga ke masyarakat pesisir. Dr Ihya optimis, jika riset biomaterial ini berkembang, Kaltara bisa menjadi pusat inovasi biomaterial berbasis biodiversitas.

“Ini punya dampak berlapis (multiplier effect). Bidang kesehatan dapat alternatif obat murah, sementara nelayan lokal mendapat sumber ekonomi baru. Kulit ikan yang tadinya bernilai rendah atau dianggap limbah, bisa jadi komoditas industri kesehatan,” harapnya.

Ajang IAYSF yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) ini bertujuan membangun jejaring ilmiah antara Indonesia dan Australia. Dr Ihya berharap forum ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan (knowledge exchange) untuk mematangkan risetnya.

“Saya sudah membentuk tim kecil untuk menyiapkan proposal riset standar internasional. Harapannya, ada kolaborasi dengan pihak Australia yang memiliki arah penelitian relevan, sehingga inovasi ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POPULASI PESUT di Bulungan tak Sampai 100 Ekor
WFA Pemprov Kaltara Hemat Listrik-Air Rp230 Juta Sebulan
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
PEMPROV Kaltara: Kratom Hanya Boleh Diekspor
PESISIR Kalsel-Kaltara Berpotensi Banjir pada 12-27 Maret 2026

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 23:26

DIKUKUHKAN GELAR DOKTER pada Kapolda Kalsel dan Istri bersama Ribuan Wisuda ULM

Kamis, 9 April 2026 - 20:41

SKEMA HAJI tanpa Antrean Dikaji

Kamis, 9 April 2026 - 00:00

PRESIDEN PRABOWO: Tertibkan SPPG Jalankan MBG tak Sesuai Juknis

Rabu, 8 April 2026 - 23:22

KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 19:58

BIAYA HAJI 2026 Turun Rp2 Juta

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 22:04

KEPALA BNN Usulkan Vape Pelarangan dalam RUU Narkotika dan Psikotropika

Berita Terbaru

Internasional

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:33

Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja  ke Banjarbaru, yakni di Kelurahan Guntung Damar, Kamis (9/4/2026). (SuarIndonesia/Ist)

Headline

MENTERI LH Titip Pesan Lingkungan di Banjarbaru

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:23

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca