DITETAPKAN Jadi Endemi, Harapan terhadap Kondisi Covid-19 yang Mulai Melandai

- Penulis

Minggu, 13 Maret 2022 - 23:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku sangat mengapresiasi tak lagi dipersyaratkannya antigen dan swab PCR untuk keperluan perjalanan.

Bahkan Ibnu berharap, kebijakan itu bisa menjadi momen kebangkitan sekaligus pemulihan ekonomi di tahun ini. Khususnya Kota Banjarmasin.

Dijelaskan Ibnu, semestinya, pandemi hanya berlangsung selama dua tahun. Namun, lantaran adanya varian Omicron, membuat kondisi seperti berada di saat awal pandemi Covid-19 melandai.

“Alhamdulillah bisa tertangani dengan baik. Bahkan saya lihat, di negara lain juga sudah ada yang mulai lepas masker. Kami berharap ini menjadi awal bagi pemerintah pusat untuk berani menetapkan, Indonesia berada di fase endemi. Meninggalkan fase pandemi,” harapnya.

Artinya, menurut Ibnu, anggap saja seperti flu biasa. Yang apabila terpapar, ya g bersangkutan hanya perlu beristirahat di rumah. Makan atau mengonsumsi vitamin. Kemudian, begitu pulih maka bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

“Yang kami tunggu itu keberanian pemerintah untuk menetapkan situasi menjadi endemi. Melihat angka kasus yang saat ini sudah mulai turun, saya kira arahnya memang sudah seperti itu (endemi). Sudah pada fase pemulihan,” tekannya.

Lantas, apakah ada kemungkinan aturan seperti jaga jarak dan lain sebagainya dicabut di Kota Banjarmasin? Terkait hal itu, Ibnu tidak lantas memberikan jawaban yang cukup memuaskan.

Baca Juga :

LANDAI, Kalsel Sumbang 40 dari Sebaran 21.380 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Ia hanya menyatakan bahwa bila berkaca dalam konsep new normal sosial distancing dikoreksi menjadi physical distancing.

“Jadi bukan kemudian kita tidak ada pertemuan di masyarakat. Tapi yang diatur itu adalah soal jarak fisik. Kemudian kalau memungkinkan mencapai herd immunity yakni dengan vaksinasi di atas 80 persen, sebetulanya masker sudah bisa dilepas,” ungkapnya, belum lama ini di Banjarmasin.

Baca Juga :   KALIMANTAN Butuh Perluasan Transportasi untuk Buka Konektivitas

“Tapi kalau itu belum tercapai, ya semaksimal mungkin kejar dulu target vaksinasi. Kalau vaksinasi secara umum kita sudah di atas 80 persen, tapi untuk yang lansianya masih belum. Sementara ini capaian kita baru berada di angka 53 persen,” tambahnya.

Lebih jauh, menyikapi soal tak lagi diberlakukannya syarat perjalanan berupa antigen hingga swab pcr, Ibnu mengaku tidak perlu hingga mengeluarkan adanya surat edaran.

“Kecuali ada instruksi terbaru dari kemendagri. Karena kebijakan yang ada saat ini berlaku secara nasional, jadi daerah-daerah menyesuaikan saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat tak lagi mempersyaratkan antigen hingga swab PCR bagi pelaku perjalanan. Aturan itu, berlaku sejak 8 Maret lalu.

Kendati demikian, bukan berarti tak ada pengecualian. Itu hanya berlaku bagi warga yang sudah menjalani vaksin lengkap. Baik dosis kedua, hingga dosis ketiga atau booster. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel
KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
AKSI MEMANAS, Pagar Rumah Banjar Roboh
KARHUTLA Dua Titik Lokasi Rawan di Banjarbaru, Kapolda Kalsel Langsung Turun
KAWANAN BEKANTAN Keluar dari Habitatnya Menuju Area Dekat Jalan Raya A Yani Km 17 Gambut
1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan
TREN PERKELAHIAN, Siswa SMP di Banjarmasin Berurusan dengan Polisi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:19

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29

DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan saat Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jiexpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara/Fauzan)

Nasional

PERUSAHAAN ASING Dicurigai sebabkan Karhutla Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:19

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Petugas saat menggiring Kepala BKSDA Kalsel berinisial AGK bersama dua orang lain menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara)

Headline

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca