SuarIndonesia – Tren perkelahian yang beredar di media sosial diduga memengaruhi perilaku seorang siswa SMP di Banjarmasin.
Membuktikan siapa yang lebih kuat, siswa tersebut nekat menantang teman sekelasnya berkelahi hingga korban tersungkur.
Aksi itu bahkan direkam dalam video. Peristiwa yang terjadi di halaman salah satu sekolah di Kota Banjarmasin tersebut kini berbuntut proses hukum. Keluarga korban yang tidak terima anaknya menjadi korban kekerasan memilih melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian.
Satreskrim Polresta Banjarmasin bergerak melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, didampingi Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa, mengatakan penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut, termasuk penjaga sekolah.
“Kami melakukan penyelidikan dengan mengamankan beberapa alat bukti, baik rekaman CCTV maupun keterangan saksi yang melihat kejadian, termasuk penjaga sekolah,” tutur Riza, Rabu (21/10/2026).
Menurut Kapolresta , perkara tersebut melibatkan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), baik dari pihak terlapor maupun korban.
Karena itu, penanganannya tetap memperhatikan ketentuan sistem peradilan pidana anak.
Terkait hal ini, petugas juga telah mengupayakan penyelesaian melalui mekanisme diversi.
Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena keluarga korban masih menginginkan perkara dilanjutkan melalui proses hukum.
“Kami sudah melakukan upaya diversi, tetapi keluarga korban masih belum menerima. Sehingga proses hukum tetap dilanjutkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kompol Eru Alsepa mengungkapkan, perkelahian tersebut diduga dipicu keinginan terlapor mengikuti tren duel antarteman yang beredar di dunia maya.
Terlapor disebut ingin mengetahui siapa yang lebih kuat dengan cara berkelahi, kemudian merekam aksi tersebut.
“Motifnya karena yang bersangkutan terbawa tren di dunia maya tentang perkelahian antarteman. Tujuannya hanya ingin mengetahui siapa yang lebih kuat dengan cara direkam video,” ungkap Eru.
Ironisnya, terlapor diketahui mengikuti latihan bela diri. Kemampuan tersebut diduga membuatnya semakin percaya diri untuk menantang teman sekelasnya.
Padahal, menurut keterangan yang diperoleh penyidik, korban telah beberapa kali menolak ajakan berkelahi.
Namun, terlapor disebut terus memaksa hingga akhirnya perkelahian terjadi dan korban tersungkur.
“Korban sebenarnya sudah sering menolak ajakan berkelahi. Namun, terlapor terus memaksa hingga akhirnya korban tersungkur dan kejadian tersebut direkam dalam video,” bebernya.(YI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















