DRY ICE tidak untuk Padamkan Api tapi Mengurai Kabut Asap Karhutla

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi modifikasi cuaca dengan dry ice. (Foto: HO-Antara)

Operasi modifikasi cuaca dengan dry ice. (Foto: HO-Antara)

SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penggunaan teknologi dry ice atau es kering dalam operasi modifikasi cuaca tidak ditujukan untuk memadamkan titik api, melainkan difokuskan mengurai kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna memperbaiki jarak pandang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan yang ditemui di Jakarta, Kamis (22/10/2026), menjelaskan bahwa upaya utama dalam penanganan karhutla tetap bertumpu pada kerja keras tim satuan tugas (satgas) darat yang terjun langsung untuk memadamkan sumber masalah di lapangan.

Sementara itu, pelaksanaan modifikasi cuaca menggunakan dry ice yang disemai pada ketinggian 5.000-7.000 kaki di bawah lapisan asap dirancang khusus untuk mendinginkan dan menceraiberaikan partikel pekat kabut asap.

Mekanisme tersebut diharapkan mampu membiarkan sinar matahari menembus ke permukaan, mendorong asap dari lapisan bawah naik lebih tinggi ke atmosfer, serta memulihkan jarak pandang agar aktivitas penerbangan kembali normal.

Selain membantu memperbaiki jarak pandang, pemanfaatan teknologi ini juga bertujuan menekan risiko paparan polusi udara agar kualitas udara yang dihirup masyarakat menjadi lebih sehat serta mengurangi ancaman gangguan pernapasan.

Berton menambahkan bahwa operasi penyemaian dry ice juga menjadi bagian dari rangkaian taktik udara yang terintegrasi, yang nantinya dapat dikombinasikan dengan penyemaian NaCl atau garam apabila terdapat pertumbuhan bibit awan potensial untuk mendukung efektivitas pengeboman air.

Adapun saat ini Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi provinsi sasaran penyemaian dry ice tersebut.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan total 13 sorti operasi modifikasi cuaca menggunakan bahan semai dry ice atau es kering serta NaCl atau garam di Kalimantan Tengah, sembilan sorti di antaranya menyebarkan 4.400 kilogram dry ice dan 3.800 kilogram garam.

Kemudian di Sumatera Selatan ada sebanyak 4.000 kilogram dry ice atau es kering serta 800 kilogram NaCl atau garam yang disemai dari udara melalui enam sorti penerbangan di sekitar Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir.

Hasil sementara dari penyemaian dry ice di Sumatera Selatan berhasil menurunkan konsentrasi PM atau kualitas udara, serta jarak pandang meningkat dari 300 meter di jam 09.00 WIB menjadi 2.800 meter pada sore hari.

Baca Juga :   PEMPROV Usulkan Bantuan Tangani Karhutla untuk Enam Kabupaten

“Jadi dry ice yang kita buat saat ini adalah untuk mengurangi visibility yang rendah tersebut,” kata dia menegaskan.

Seorang petugas karhutla melakukan pemadaman api wilayah Kelurahan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. (Foto: HO-MMC Kalsel)

Perlindungan kesehatan bagi satgas karhutla

Sementara itu, dilansir dari Antara, Kemenkes dan BNPB menegaskan bahwa seluruh personel satuan tugas (satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan secara gratis.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr dr Ten Suyanti yang ditemui di Jakarta, Kamis (22/10/2026), mengatakan bahwa jaminan pengobatan tersebut tidak hanya berlaku bagi masyarakat umum dan relawan, melainkan mencakup seluruh pihak yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla tanpa dikenakan biaya sepeser pun.

Selain pengobatan gratis, pemerintah turut memberikan dukungan preventif berupa penyediaan masker khusus pemadam kebakaran, pembagian vitamin, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi para petugas di lapangan.

“Kita juga cek rutin dan pemberian vitamin yang kita bantu dari pemerintah. Dan ya relawan tentunya gratis ya. Enggak hanya relawan, harusnya semua kasus yang terkait karhutla ini tidak ditarik biaya,” kata dia.

Sementara Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan menambahkan bahwa fasilitas kesehatan di daerah terdampak, seperti puskesmas dan klinik telah diinstruksikan untuk beroperasi penuh selama 24 jam.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi sampai dengan Oktober 2026 ada sebanyak 71.878 personel gabungan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun
PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan
DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla
TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA
KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR
KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:12

MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:09

HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:04

KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:29

KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:30

POLIDIK di Sekolah Islam Terpadu Nuril Fikri Banjarmasin

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:16

POLISI Peduli Pendidikan di Pondok Pesantren Shiratut Thalibin

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:32

SMP KANAAN Banjarmasin jadi Sasaran Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:22

EDUKASI Anti Judi Daring dan Penipuan Digital

Berita Terbaru

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca