SuarIndonesia — Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi pertama di Indonesia yang seluruh desanya menerapkan transaksi nontunai dan penggunaan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) online secara menyeluruh.
Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel Wahyu Widyo Nugroho mengatakan penerapan sistem tersebut terus berjalan dan menjadi salah satu upaya meningkatkan transparansi serta efektivitas pengelolaan dana desa.
“Pada 2024 seluruh desa sudah menerapkan transaksi nontunai,” katanya di Banjarbaru, Kalsel, Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, Wahyu mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait jaringan internet dan keterbatasan fasilitas perbankan di wilayah pelosok desa.
“Rata-rata layanan perbankan masih berada di ibu kota kabupaten, sehingga beberapa perangkat desa harus menempuh jarak tertentu untuk mengakses ATM atau layanan bank,” tutur Wahyu dilansir dari AntaraKalsel.
Pihaknya terus mendorong peningkatan layanan perbankan digital melalui kerja sama dengan Bank Kalsel, termasuk pengembangan layanan laku pandai agar masyarakat dan perangkat desa lebih mudah melakukan transaksi keuangan di wilayah terpencil.
“Kami terus berkoordinasi dengan Bank Kalsel agar layanan keuangan digital bisa menjangkau seluruh pelosok desa di Kalimantan Selatan,” paparnya.
Dia menambahkan DPMD Kalsel bersama Bank Kalsel terus melakukan pendampingan terhadap desa, terutama apabila terdapat gangguan teknis pada aplikasi maupun kendala jaringan di lapangan.
Menurutnya, penerapan transaksi nontunai dilakukan untuk meminimalisir peredaran uang tunai dalam proses pengelolaan keuangan desa sekaligus mempercepat proses pembayaran.
“Sekarang, transaksi langsung dari rekening desa ke rekening penyedia atau perangkat desa. Jadi tidak ada lagi uang yang dibawa secara tunai dalam jumlah besar,” katanya.
Wahyu menuturkan sebelumnya transaksi keuangan desa masih dilakukan secara manual dan sebagian menggunakan sistem offline.
Namun melalui kerja sama dengan Bank Kalsel, seluruh desa kini telah terintegrasi dalam sistem online.
“Dulu, ada yang masih offline, ada juga yang menggunakan bank berbeda-beda. Sekarang semuanya sudah online dan terintegrasi,” jelasnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















